Sabtu, 23 Januari 2021

Jurnal Telur-Telur Pekan Kedua : Petualangan Mencari Telur Merah

 Bismillah,

Sudah waktunya menjelajah lagi, kali ini menjelajah untuk menguatkan diri di TELUR MERAH. Setelah sebelumnya Annur berbinar-binar menemukan 5 TELUR HIJAU sebagai pijakan kekuatan untuk menjadi BUNDA CEKATAN. 

Di tengah perjalanan jelajah menemukan telur merah ini, ternyata Annur mengingat sesuatu yang tidak Annur tulis saat mencari telur hijau. Yang padahal sesuatu ini membuat Annur berbinar. Termasuk dalam kuadran SUKA dan BISA. Apakah itu? Annur sangat menyukai waktu berkreasi dengan kardus bekas, dengan kain flanel, kain bekas, manik-manik, dan kegiatan crafting lainnya. Ini masuk dalam ranah suka dan bisa, Annur bisa menghabiskan waktu demi membuat sesuatu yang Annur inginkan. Dan ini salah satu aktifitas sejak kecil yang Annur suka dan gak berubah sampai Annur segede ini. Apakah ini termasuk passion? Annur gak yakin sih, mungkin karena Annur belum mengasahnya secara khusus dan fokus.

Suatu saat nanti, insyaaAllah Annur akan mendalami bidang ini dengan serius. Cuma untuk sekarang ini masuk dalam kuadran selanjutnya di telur merah, yaitu kuadran penting dan tidak mendesak. Why? karena Annur merasa ini sangat bisa menambah aliran kebahagiaan, namun untuk sekarang ini tidak mendesak. Karena ada banyak hal lainnya yang lebih mendesak yang ingin Annur kerjakan.

Tapi, kalau Annur amati sejauh ini Aghnia juga tertarik dengan crafting, seni melukis dan menggambar atau art lainnya. Mungkin nanti kita bisa belajar hal ini bersama-sama. Kan dengan memiliki anak kita punya kesempatan belajar lagi bersama-sama dengan mereka yang juga belajar. Ibu belajar dan anak belajar lalu mahir bersama-sama, horaay!

Lanjut yah, Annur akan menceritakan proses membuat prioritas di telur merah. Annur mencoba mengelist beberapa ketrampilan yang ingin Annur asah, tapi ini mungkin saja bisa ada revisi juga di kemudian hari. Untuk sekarang ini, Annur kelompokkan seperti ini dalam 4 kuadran.

1. Penting dan Tidak Mendesak.

2. Penting dan Mendesak

3. Tidak Penting dan Tidak Mendesak

4. Tidak Penting dan Mendesak







Baik, Annur jelaskan alasannya. hehee

Pada kuadran PENTING dan TIDAK MENDESAK.

1. Belajar Desain

Annur menganggap ini penting karena Annur punya impian bisa bikin sebuah komik, animasi untuk anak-anak. Juga pengen bikin sebuah platform maybe di instagram or channel telegram yang isinya tuh hasil desainnya Annur,hehe.

2. Belajar Foto dan Videography

Ini tentunya masih menunjang kegiatan nomor satu ya,hehe. Kalau ini menurut Annur masuk ke kuadran Penting Tidak Mendesak. Tidak harus dilakukan saat ini. Dan Annur bisa memfokuskan pada yang lebih penting dan lebih mendesak.

3. Belajar Berkebun

Jujur saja, Annur punya impian memiliki kebun dan halaman belakang menjadi sbeuah kebun buah dan sayur organik. Tahun lalu keluarga kami berbenah dan mencoba menanam beberapa jenis sayuran. Namun berakhir tidak tumbuh dengan baik. Sedangkan yang tumbuh berakhir habis dimakan hama. Huhu, sedih sekali. Tapi kami tidak menyerah, nanti bisa di coba lagi dan kami perlu belajar menanam. Perlu belajar berkebun, tapi tidak untuk sekarang.


PENTING dan MENDESAK, taraa.. ini dia yang bakal jadi telur merah nantinya.

1. Manajemen Qalbu

Awalnya Annur pikir untuk menuliskan Manajemen Emosi. Tapi setelah Annur renungkan, ada yang lebih penting dan mendesak. Apa itu? tentu saja kebahagiaan Annur menjalani aktifitas yang Annur lakukan. Maka Annur akan mengasah ketrampilan Manajemen Qalbu. Dimana itu menjadi sumber segala emosi, segala rasa, segala intuisi, segala hal yang menyangkut hati. Ini bagi Annur, lebih dari sekedar Manajemen Emosi. Annur ingin menjadi individu, anak, istri, dan ibu yang bahagia. Dan bahagia yang sesungguhnya bersumber dari hati, yang penuh syukur, jiwa yang tenang, dan tidak merasa kemrungsung.

2. Manajemen Waktu

Ini selalu dan selalu Annur otak-atik. Di tahun 2020 saja Annur bolak-balik ganti jadwal dan merubah agenda harian. Ketrampilan manajemen waktu jelas sangat penting dan mendesak. Annur merasa waktu yang Annur miliki belum maksimal digunakan untuk kebaikan. Belum bermanfaat bagi diri secara utuh, bagi orang-orang terdekat.

3. Kurikulum Belajar

Karena Annur suka belajar hal baru, ketrampilan ini sangat Annur butuhkan agar Annur bisa memangkas yang perlu Annur pelajari segera atau yang bisa nanti di kemudian hari. Kurikulum belajar ini tak hanya tentang Annur pribadi, tapi juga anak-anak. Annur berencana membuat kurikulum untuk anak-anak agar mereka tetap enjoy belajar di rumah. Juga kurikulum belajar keluarga, apa yang ingin kami pelajari bersama-sama. Misal membaca Al Qur'an dengan bacaan yang benar.

4. Komunikasi Produktif

Segala sesuatu butuh komunikasi yang baik. Dan komunikasi produktif menjadi salah satu jalan mencapai hubungan yang baik, interaksi yang erat dan tentu saja kehidupan yang bahagia sebagai goalsnya. Pernah mengalami kekacauan karena salah paham? untuk itulah skill berkomunikasi produktif ini perlu dan wajib Annur asah. Walaupun di kelas Bunda Sayang yang lalu Annur mampu melakukannya dengan konsisten dan berdampak lebih baik bagi komunikasi Annur dengan keluarga, namun sering juga Annur keceplosan dan lepas kendali. Jadi Annur putuskan untuk mengasahnya lagi.

5. Food Preparation

Loh kok? Iya! Annur emang gak suka masak. Iya, memasak masuk ke kuadran bisa tapi tidak disukai. Tapi kan kalau Annur gak memasak lalu siapa yang mau masak? Memang sih suami kadang bantuin dan mengambil alih urusan masak ini. Tapi Annur gak rela liat pantat panci gosong, teflon mbaret dan pantatnya gosong. Belum lagi rasa yang kadang gak cocok di lidah Annur. Maka Annur putuskan untuk menjadikan ini sebagai ketrampilan yang akan Annur asah. Ini juga karena Annur mulai mendapat teguran dengan sakit asam lambung yang bikin gak enak banget di badan. Akhirnya Annur ingin mencoba mengubah pola makan,kebutuhan gizi yang sesuai dan tentunya menghasilkan makanan yang sehat dari dapur. Karena alasan Annur gak suka masak itu waktu yang lama, maka Annur gunakan Food Preparation ini untuk memangkas waktu di dapur. Dan mood Annur akan terjaga jika tidak lama di dapur tapi bisa menghasilkan masakan yang sehat dan enak.


TIDAK PENTING dan TIDAK MENDESAK

1. Mengejar target penjualan

Iya, Annur masukkan ke kuadran ini. Setelah Annur pikir-pikir, ini membuat Annur lelah. Meski Annur bahagia saat berjualan dan mendapatkan customer baru. Namun Annur gak mau terlalu ngoyo dengan target sampai melalaikan tugas Annur yang lebih penting. 

2. Memaksa suami membuat visi misi terbaru secara rinci

Akhirnya Annur melepaskan ego Annnur yang satu ini, setelah mendapat penjelasan dari ustadz Harry mengenai batas kita menyadari visi misi kita diciptakan untuk apa. Bukan berarti berhenti berpikir, namun memberi suami waktu untuk merenungkannya sendiri tanpa campur tangan Annur. Fitrah yang akan menuntunnya menemukan visi misi itu. Bukan karena paksaan dan permintaan. Annur hanya berdo'a semoga visi misi kita bisa selaras agar kita tetap on track dan dalam jalur perjuangan yang sama. Annur pasrahkan pada sang maha Cinta untuk merawat cinta kita.

3. Membeli perlengkapan rumah tangga, baju dan handphone baru.

Awalnya kami mikir mau renovasi rumah, eh maksudnya menyelesaikan pembangunan rumah. Karena rumah kami sampai saat ini belum selesai dibangun. Nah, ternyata ada pandemi yang juga memangkas pendapatan. Lalu perlengkapan rumah tangga yang mulai rusak seperti alat masak, magic com, kipas angin, dll. serta handphone dan netbook yang Annur pakai juga sudah harus lembiru. Tapii, demi menjaga keuangan kami yang belum stabil ini, kami memasukkan dalam ranah tidak penting dan tidak mendesak. Loh ini masuk ke ketrampilan emangnya ? hehe, Annur anggap sih iya. Soalnya bersangkutan dengan ketrampilan menata rumah, ketrampilan memasak dll. hahaha


TIDAK PENTING dan MENDESAK

1. Belajar Bahasa Asing

Saat ini tidak penting karena kami tidak menggunakannya dalam keseharian, tapi sangat mendesak. Misal bahasa Arab, kita memang gak menggunakan dalam keseharian. Tapi kan tiap baca Al Qur'an kita sebaiknya memahami apa yang sedang kita baca. Apalah arti membaca tanpa memahami maknanya..*tsaah.. hahaha. Selain itu Aghnia juga sudah mulai tertarik dengan bahasa inggris. Emak kudu belajar!

2. Belajar Berbenah

Saat ini gak terlalu penting tapi sangaat mendesak. huhu help! Annur harus berbenah file, baju yang gak layak pakai, barang yang numpuk. Dan masih banyak yang harus dibenahi. Semoga bisa sambil jalan.

3. Belajar Bikin Jurnal

Ini bukan berarti gak penting, cuma saat ini Annur bisa mengekesampingkan sejenak. Ini jurnal Annur pribadi ya, kalau jurnalnya anak-anak tentu sangat penting. Nah, jurnal Annur ini mendesak karena untuk mencatat pencapaian Annur. Sama kayak nulis jurnal buncek ini kan masuk ke mendesak tapi ada waktu untuk mengerjakannya. Jadi bisa dikerjakan saat lagi selow. Nulis panjang gini ya butuh waktu berjam-jam euy. pegel juga ternyata :D



5 Butir telur Merah Annur

Akhirnya selesai juga Annur bikin Jurnal Telur Merah ini, dan kelima telur ini saling berhubungan satu sama lain.
Annur sebagai manager keluarga butuh ilmu manajemen qalbu dan manajemen waktu yang baik. Agar segala urusan kegiatan bisa berjalan lancar dengan bahagia. Di dukung dengan komunikasi yang produktif untuk menghasilkan kurikulum belajar dan food preparation yang luar biasa bagi diri Annur, suami dan juga anak-anak.
Harapannya dengan lima butir telur merah ini, Annur semakin terampil dalam waktu dekat ini semakin semangat merubah kebiasaan yang jelek ke kebiasaan yang baik. Dan semakin baik tiap harinya.

#jurnaltelurmerah
#institutibuprofesional
#hutankupucekatan
#telurmerah
#temukanterampilmu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar