Rabu, 03 Februari 2021

Jurnal Telur-Telur Pekan Keempat : Peta Belajar

 Bismillahirrahmanirrahim,

Sudah pekan keempat saja, tidak terasa sudah sampai di pekan ini. Alhamdulillah.

Pekan ini membuat Peta Belajar. Annur udah kebayang mau belajar apa aja sejak pekan kedua. Dan kali ini kita ditantang untuk bikin peta belajar kita sendiri. Tentunya gimana menemukan cara belajar yang "gue bangeeet ini looooh". 

Berpekan-pekan lamanya Annur menahan untuk gak insecure sama temen-temen yang lain. Memakai kacamata kuda dengan harapan jangan sampai membuat Annur galau mau mempelajari ilmu apa yang benar-benar Annur sedang butuhkan dan penting untuk Annur kuasai. 


Annur berharap apa yang Annur pelajari bisa membuat diri Annur lebih baik lagi dalam mencapai tujuan yang Annur harapkan. 

Annur ini biasanya gampang tertarik dan pengen banget ikut ini itu, tapi di kelas bunda cekatan ini Annur kuatkan mantra "menarik sih, tapi gak tertarik". Supaya Annur gak gampang laper buat mempelajari yang bukan Annur butuhkan. Jangan jangan ini cuma sekedar ikut, nanti udahan gitu aja. Kan sayang banget. Atau malah sebenarnya Annur ikut-ikutan karena emang lagi trend nya seperti itu? Terus ikutan biar dianggap gak ketinggalan? Atau ikutan cuma buat pamer?


Lah kan sayang banget akhirnya apa yang dipelajari gak ngena di hati, malah kena angin terbang semua ilmunya bagai debu.


Melihat telur hijau di pekan pertama.


Annur mempunyai 5 hal yang Annur suka dan bisa. Hal yang bikin Annur berbinar-binar. Dari ini Annur dapat bekal buat lanjutin ke telur merah.

5 telur hijau ini adalah kekuatan Annur. Dan akan semakin berbinar jika ini terus-menerus dilakukan. Eaa..


Telur merah ini udah direvisi, wkwkkw. Gapapa deh dalam perjalanan kita itu salah jalan, selama kita punya peta dan kompas insyaaAllah gak akan tersesat.

Revisi atau balik arah dikit boleh kan ya? Biar gak semakin bingung arah.

Lalu Annur lanjutkan perjalanan ke telur orange. Ini yang tadinya Annur tulis di telur merah. Issshh, Annur mah maunya ngebut ya.. wkkwkw


Taraa.. telur orange Annur begini, ini telur merah yang tak bawa ke telur orange. Aslinya ini tuh nyambung semua. Orang tujuan Annur dari awal pengen nyelesein dari dalam rumah dulu kok. Annur tipe orang yang gampang bahagia hanya dari dalam rumah. Hahaha..

Ya misal belanja online, gausah keluar rumah belanjaan dateng ke rumah. Nonton bisa di rumah, pesen apapun sekarang juga bisa dari rumah. Mau jalan-jalan juga bisa dari rumah 😀. Annur gak ngemoll gak jalan-jalan gak masalah asal cukup makan, minum, baca buku, jualan dari rumah sudah bahagia. Hahaha..

Makanya tugas mendampingi anak di rumah gak bikin Annur darting. Orang Annur suka kok anak-anak di rumah. Tugas sekolah? Nah ini, Annur malah akhirnya memutuskan buat bikin kurikulum buat anak karena ini. Daripada Annur pusing sama tugas sekolah anak dan anaknya juga gak suka ngerjain tugas sekolah, lebih baik kita bikin kurikulum sendiri yang bikin happy? Iya gak?

Malah kemarin kata ibu Septi dan pak Dodik, ya tanya aja anak-anak tertarik nya mau belajar apa hari ini, nah itulah yang kita pelajari di hari ini.

So, ini menyenangkan buat Annur. Sekalian kepoin anak-anak lagi suka apa. Hahaha

Anggep aja kita ini temen belajarnya anak-anak. Apa yang kita dapat selama mendampingi anak-anak? Itulah yang menjadi jurnal. Pun begitupula apa yang anak-anak dapatkan selama belajar sama kita, bisa kita catat di jurnal anak.


Nah, ini dia peta belajar Annur!


Peta ini sangat simple karena gak banyak kata-kata. Kayaknya Annur bukan orang yang pandai merangkai kata deh, jadi lebih irit kalo disuruh bikin peta. Ahahaha..







Annur menuliskan semua yang Annur butuhkan.


Manajemen Qolbu : Annur akan belajar dari Al Qur'an. Mulai dari membetulkan bacaan. Membaca rutin, menghafal dan mentaddaburi.

Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka; apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (Qs. Al-Anfal : 02)

Suatu hari, datanglah seseorang kepada Rasulullah lalu
berkata: “Aku ingin mengadu tentang keadaan hatiku.” Rasul berkata, “Bacalah
Al-Qur`an, Allah berfirman: Al-Qur`an adalah obat dari penyakit yang ada dalam
hati.”

Dalam ayat lain, Allah berfirman: “Dan Kami turunkan dari
Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman
dan Al Qur`an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain
kerugian.”(Qs. Al-Israa`: 82)


Ibnu Jauzi berkata mengenai kata ‘penawar’ pada ayat
tersebut. Katanya, “Tentang penawar ini ada tiga pendapat: 1. Penawar dari
kesesatan 2. Penawar dari penyakit 3. penawar berupa keterangan hukum-hukum dan
kewajiban-kewajiban.

Kemudian, tazkiyatun nafs. 

Merendahkan diri dan menangis di hadapan Allah. Obat kedua ini dapat kita lakukan dengan menghadirkan bayangan kematian yang akan datang tanpa permisi, mengingat dosa, membaca ayat-ayat Al-Qur`an yang berisi ancaman, dan membaca buku atau kitab yang mengupas masalah akhirat.



Manajemen waktu : Shalat di awal waktu. Shalat itu selain untuk jiwa kita juga untuk melatih kedisiplinan kita.

Cara memperbaiki hidup yang terbaik adalah dengan memperbaiki shalat.



Komunikasi produktif: Annur akan sering ngobrol bareng, kebetulan ini hal yang Annur suka dan bisa juga. Diperkuat dengan main bareng dan beraktivitas bareng.



Kurikulum personal : Ini terjadi tentu kalau komunikasi kita sudah produktif, kita bisa saling berpendapat apa yang ingin kita pelajari dan masukkan menjadi kurikulum belajar. Menjadikan sebuah kurikulum keluarga tentu berawal dari kebutuhan akan hal yang sama. Kita juga bisa membuat family projects. Dan membuat acara puncak untuk mengapresiasi kreativitas anak-anak.



Food preparation : Nah, sebagai tenaga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Perlu waktu yang cepat agar tidak bete ketika di dapur. Dan makanan yang sehat, bergizi dan lezat agar kita happy dan bertenaga menjalani projects.

Itulah peta belajar Annur yang sederhana. Kali ini tentang keluarga ❤️

Tidak ada komentar:

Posting Komentar