Pekan kedua, Alhamdulillah berjalan dengan baik. Tentu saja tantangan ini tetap menegangkan meskipun di pekan kedua ini jadi terbiasa melakukan hal yang menjadi tantangan. Mungkin karena dilatih setiap hari jadi tidak terasa berat lagi.
Di pekan kedua ini Annur masih melatih hati. Entah mengapa jadi semangat apalagi momentnya tepat di bulan suci Ramadhan. Semua terasa menyenangkan, banyak melatih hati untuk dekat dengan pasangan dan tentunya anak-anak. Annur merasa banyak waktu yang digunakan untuk mempererat hubungan kami.
Alhamdulillah yang Annur syukuri, segala pikiran Annur menjadi kenyataan. Tentang yang baik-baik, ternyata ini yang Allah maksud tentang prasangka. Tentu saja jika kita berprasangka baik maka yang terjadi adalah hal-hal yang baik, begitupun sebaliknya. Betapa di bulan Ramadhan ini Annur merasakan kasih sayang Allah.
Ternyata menurunkan standar tak membuat Annur down, apalagi jika hasilnya tak menyakiti siapapun. Tapi ada kalanya suami dan anak-anak juga membantu Annur untuk merasa nyaman dengan keputusan Annur. Walau memang gak bisa sempurna sesuai yang Annur mau. Tapi ada beberapa keputusan yang membuat Annur untuk tetap bahagia menjalani ini.
Misal menyadari bahwa kita memiliki peran masing-masing. Tidak mungkin delegasi kita bebankan berlebih untuk yang lainnya tanpa komunikasi serta peran yang baik. Maka keputusannya adalah sering melakukan kegiatan secara bersama dan meminimalisir pembagian tugas jika tidak yakin akan selesai sesuai ekspetasi kita, apalagi anak-anak masih kecil dan lebih banyak melihat apa yang kita lakukan daripada dibebankan sesuatu yang mereka belum sepenuhnya mengerti. Kecuali mereka memintanya sendiri dan yakin bisa menyelesaikannya.
Banyak bersyukur karena anak-anak dan suami tak banyak menuntut pun tak mengeluh dengan kekurangan Annur. Sedangkan Annur seharusnya mengapresiasi mereka yang tak harus membuat Annur meruntuhkan hati demi mewujudkan yang kami inginkan.
Sambil observasi anak-anak. Mereka banyak progress yang membanggakan, bahkan pada Ramadhan ini. Banyak sekali yang Annur syukuri dari mereka. Aghnia dan dek Afa sudah puasa full sampai maghrib. Suatu hal yang membuat Annur terharu. Bahkan malu, karena di usia mereka Annur belum mengenal apa itu puasa, apa itu bulan Ramadhan. Sekali lagi ini karena kemudahan dari Allah untuk Annur mengajari mereka. Membuat mereka sedikit mengerti tentang Ramadhan.
Jika bukan karena campur tangan Allah sungguh apa daya Annur. Walau sebenarnya ramadhan kali ini sedikit ketinggalan target tadarus Al Qur'an, tapi ada kesenangan tersndiri saat waktu dihabiskan untuk melatih anak-anak dan menceritakan banyak hal tentang Ramadhan. Menyiapkan makanan untuk berbuka pun saat kami sahur bersama.
Salah satu kemudahan Allah, anak-anak tak susah dibangunkan saat sahur. Sungguhlah ini semua berkaitan dengan hati. Keyakinan Annur untuk mengajak anak-anak berlatih menyiapkan diri menyambut bulan suci ramadhan.
Memang untuk usia mereka belum wajib. Tapi jika mereka saja melakukan dengan bahagia apakah kita harus menolak? Maka, Annur memutuskan untuk mendukung mereka. Percaya pada mereka dan masyaaAllah..
Pekan kedua ini mengajarkan Annur tentang prasangka, dan Annur berharap setiap hari yang ada hanya prasangka baik dan menghadirkan kebaikan dalam hidup ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar