Rabu, 05 Mei 2021

Jurnal Kepompong : Puasa Pekan Ketiga

 bismillahirrahmanirrahim

Ini sudah jurnal pekan ketiga dan hari ini terakhir mengumpulkan jurnal pekanan juga sekaligus jurnal harian tantangan 30 hari.

Di pekan ketiga ini, Annur lebih banyak belajar bagaimana memahami kondisi diri dan hati. Juga membaca hikmah dan muhasabah dari kegiatan yang Annur lakukan. Misal di hari itu apa saja aktivitas yang Annur lakukan, lebih banyak manfaat atau mudharat.

Misal Annur keluar dari rumah, ngapain saja? Ketemu siapa saja? Dan dari situ Annur coba renungkan lagi. Tadi belajar apa, sudah sopan belum terhadap siapa yang ditemui. Sudah melakukan kebaikan apa?

Misal di rumah, kira-kira Annur ngapain aja? Chat sama siapa aja? Bikin tulisan yang kayak gimana? baca apa? dan apakah sudah maksimal membersamai anak-anak? serta kegiatan di rumah lainnya.

Di pekan ketiga ini, Annur semakin menyeleksi kapasitas diri. Tidak banyak membuat rencana dan tentunya menjalankan yang wajib lebih utama tanpa harus stress memikirkan yang gak wajib sebagai wujud bisa melakukan semua padahal membuat hati tak tenang.

Yang membuat hati tenang bukan seberapa pencapaiannya, karena tak akan puas jika selalu menuruti kemauan diri. Tapi implementasikan sesuatu yang memang wajib di jalani hingga ketemu cara melakukan kewajiban dengan bahagia.

Misal berbakti pada suami, selagi tidak menyelisihi syariat Allah maka hukumnya wajib mentaatinya. Annur coba buat menurunkan standar keinginan. Dan efeknya kami bisa lebih nyaman dari sebelumnya. Apalagi teringat kata Umar bin Khattab bahwa wanita itu jika sudah menikah ibarat seorang budak yang harus nurut sama tuannya. Kalau dipikir-pikir lagi iya sih, selama itu kebaikan kenapa gak nurut? Aneh gak sih kita yang malah memaksa suami buat nurutin maunya kita. haha

Ah Annur ini lagi banyak merenung, kadang juga mikir kenapa akhir-akhir ini pengennya banyak hal yang ingin dipelajari, padahal mah fokus aja sama yang penting dulu. Jadi sepekan ini Annur banyak belajar dan merenung.haha

* Jika suatu waktu menemui keadaan yang tak menyenangkan, yakinlah hati ini sedang di uji. Tak menyenangkan ini versi kita atau kita yang belum bisa menerima? Bukankah suatu akibat karena ada sebab?

* Jika suatu waktu nanti semua berjalan tak sesuai rencana. Bersikaplah sewajarnya, tak perlu kecewa yang membuat putus asa. Karena itu tak terjadi begitu saja. Dan semua terjadi karena kehendak Allah.

* Fokus untuk minta ampun sama Allah, karena dosa yang banyak menghalangi terciptanya hati yang bersih. Juga bersihkan dan sehatkan hati yang kotor lagi sakit. Jauhkan dari penyakit hati dan segala kotoran yang membuat hati menjadi berbau busuk.

*Penuhi hati dengan syukur. Bersyukur atas apapun yang terjadi dan Allah berikan. Bersyukur atas karunia dan rahmatNya. Bahkan bersyukur telah Allah beri ujian agar bisa naik ke level yang lebih tinggi. Kata Allah "... sangat sedikit manusia yang bersyukur". Maka jadikan diri kita bagian dari ya ng sedikit itu, yang penuh rasa syukur. Tak ada di hatinya perkara dunia yang melenakan, membuat lupa padahal semua akan binasa. 

* Perbanyak sabar. Atas segala sesuatu yang kita rasakan. Karena perasaan hanya ada di dunia saja. Tak akan abadi sampai di negeri akhirat. Seluruh perasaan yang ada saat ini tempatnya ya di dunia. Ingatlah, para penghuni surga itu tidak condong ke perasaan manapun. Ikhlas atas sesuatu yang terjadi. Tidak berlebihan dalam menanggapi suatu perkara dunia. Biarkan dunia berputar hingga masanya, namun tetaplah hati teguh dalam keimanan akan Rabbnya.






     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar