Senin, 22 Mei 2023

Pasangan Idaman

 well, akhirnya ku tulis lanjutannya ya..

Setelah akhirnya menikah beberapa tahun, kayaknya kriteria calon suami idaman jaman sebelum nikah aka masa sweet seventeen dan masa kini itu jauh berbeda. Dan ini sih yang ku rasa juga banyak di alami oleh banyak pasangan di muka bumi ini.

Kalau mungkin dahulu kala kriteria itu bisa berderet jumlahnya, atau memenuhi kertas deh list yang dibuat. Mungkin, saat udah nikah beda ceritanya. Paling juga itungan jari tangan aja cukup.

Misalnya nih, mau berbagi cerita dan mendengarkan. Yups, ini juga salah satu kriteria yang aku pun harus miliki. wkwkwk

ya karena aku itu kalau punya pasangan mah kudu mendengarkan aku, kan aku tipe yang gak bisa cerita sesuka hati ke sembarang orang. Jadi, paling engga aku punya pasangan ya yang mau diajak cerita. Mau dengerin ke absurd an nya aku. Aku gak bisa asal curhat sama orang lain, jadi aku teh butuh partner yang memang akan membawa aku menuju rasa nyaman. Yaitu dengan mendengarkan segala cerita, keluh kesah dan segala macam dongeng yang aku sajikan. Kalau gak gitu bisa bisa aku nya yang seharian nulis di buku diary, wkwkkw. kan udah punya pasangan ngapa masih curhat ama bukudiary yak?!

Truss, kalau udah ngobrol ya. Tentu saja aku mah berharap kita bisa diskusi secara sehat dan menghargai pendapat masing-masing meskipun berbeda. 

Sama aku juga seneng kalau punya pasangan yang mau diajak tumbuh bersama, kita sama-sama grow up ke arah yang lebih baik, glow up juga gak sih? hahaha

Dan lagi, aku tuh ya selalu punya target. Kalau misal pasangan aku tuh gak mau tumbuh bareng, kebayang gak sih aku yang kek sendirian memperjuangkan mimpiku. Dan aku rasa, aku akan menjadi wonder womwn misal punya pasangan yang pasif. hahaha

then, aku punya mimpi untuk diwujudkan dan aku harap tuh pasangan aku tuh juga menghargai mimpiku. Percaya sama aku, sama usahaku, sama kegigihan sekaligus dan kegilaanku, maybe gitu.

aku bakal sangat bahagia ketika pasanganku terlibat dalam setiap aktivitasku. Percaya dan support aku sepenuh hati, jiwa dan raga. gitu kan ya?


Bentar, ini malah jadi ajang curhat akuya. Mungkin karena saat ini suamiku sedang tidur, habis pulang kerja. Jadi lah aku butuh tempat curhat, hahaha.

sejauh ini suamiku lumayan sih menjadi pasangan yang lumayan idaman, hahaha. Dengan kata lain, idaman itu tergantung mood dan selera sih ya sebenernya.

Misal hari ini mau makan rawon, tapi yang  tersedia rawon ya artinya sudah idaman. Dan esok hari mau makan pecel, tapi yang tersedia telur balado. Akhirnya presepsi idaman menjadi tidak idaman. Ibaratnya itulah mengartikan makna pasangan idaman setelah menikah. Karena yang memang dibutuhkan adalah saat kita membutuhkan sesuai apa yang sedang kita butuhkan, dengan itu tercipta kata idaman. Karena sesuai harapan, angan-angan dan terjadilah kenyataan.

okeey... :)

senyumlah.. karena semua akan menjadi idaman pada waktu yang memang telah ditentukan.

Pasangan Idaman

Kali ini, aku pengen banget flashback ke masa-masa seventeen yang pernah aku lalui. Dimana masa-masa itu aku jadi anak galau. Mendapat banyak perhatian dari guru-guruku. Masa-masa termalas dalam hidupku. Masa-masa dimana aku gak peduli dengan apa yang akan dan sedang aku lakukan. Yang aku tau saat itu kalau aku mau jalan ya jalan aja, mau berhenti yaudah berhenti aja.

Hingga aku bertemu dengan sebuah buku yang membuat aku banyak menulis, banyak berharap dan banyak bermimpi. Buku yang ditulis oleh DR. Aidh Al Qarni, judulnya "Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia". 

Ketemu dengan buku ini, gak sengaja saat menyusuri tumpukan buku di perpustakaan sekolahku. Saat bahkan aku sering bermimpi buruk tentang papaku, entah apakah akan bertemu lagi atau tidak. Kalau aku cerita apa yang terjadi pada rumah tangga orang tuaku, begitu banyak episode yang membuatku patah hati. Aku merasa gak bisa lagi tersenyum setelah apa yang terjadi, aku merasa banyak hal hilang dari hidupku. Aku pernah merasa sebahagia itu dulu, aku pernah merasa disayangi begitu menyenangkan. Aku pernah merasakan menjadi anak yang orangtuanya utuh. 

Aku pernah berada dalam situasi, dimana rumah menjadi tempat paling menyenangkan. Aku yang paling betah di rumah, di antara semua anak-anak orangtuaku. Rumah,menjadi tempat paling favorit untukku. Karena di rumah aku bisa melakukan berbagai aktivitas tanpa harus keluar rumah. 

Aku si anak perempuan yang merasa bahagia ketika family time. Semua berkumpul dan kita seru-seruan bareng.  Dari kecil aku merasa gak butuh teman banyak karena di rumah saja aku udah punya temen main yang banyak. hahaha

Balik lagi ke tema awal, aku mau cerita tentang masa-masa seventeen yang menurut aku di fase ini aku  bikin harapan. Banyak harapan yang aku tuliskan. Termasuk tentang pasangan idaman. Kenapa gitu?

Jujur, aku di masa ini adalah gadis yang lumayan banyak yang mau kenalan. hahaha

Aku selalu mengamati mereka yang mendekat, aku berharap sih kelak kalau aku menikah gak akan kecewa sama pilihanku.

Aku menulis sebuah surat tentang pasangan idamanku, dimana sosok itu adalah laki-laki yang bisa multiperan. hahaha

Kenapa multiperan? Karena kadang aku susah di tebak, suatu waktu aku bisa dewasa banget, suatu waktu aku bisa kekanakan banget, suatu waktu aku bisa keibuan, suatu waktu aku bisa kek monster. hahaha

Aku gak butuh yang sempurna, tapi butuh yang bisa selalu ada dan menjalankan peran sesuai kebutuhanku. 

Karena di masa-masa itu aku banyak galau, aku pengennya sih cari inspirasi untuk menemukan diriku yang baru. Menemukan apa sih maunya aku. Karena aku waktu itu banyak bersedih, aku gak bisa mikir kalau lagi sedih, huhu.

Dan menemukan buku itu seperti oase di tengah gurun pasir yang tandus. Aku menemukan sesuatu yang membuatku mensyukuri hidupku, gak ada lagi pikiran untuk mengakhiri. Aku ingin menjadi wanita yang paling bahagia di dunia. Dan aku ingin menjadi wanita yang paling beruntung.

Dari situ aku mengungkapkan keinginanku. Ah, surat itu ternyata jatuh di tangan yang salah. Suratnya hilang dan aku kecewa dengan penerimanya. hahaha

it's okay..

Kejadian itu sungguh mengajarkan padaku, bahwa jangan berharap dengan manusia. Jangan memaksa dalam berdo'a ketika kamu tuh gak tau apa-apa.

Dan yang terbaik diantara yang terbaik adalah percaya sama yang Allah takdirkan. Karena, Allah gak akan pernah kasih yang salah.

Jadi, kayak apa pasangan idaman?

hmmm, lanjut di part selanjutnya aja yaa..hahaha