well, akhirnya ku tulis lanjutannya ya..
Setelah akhirnya menikah beberapa tahun, kayaknya kriteria calon suami idaman jaman sebelum nikah aka masa sweet seventeen dan masa kini itu jauh berbeda. Dan ini sih yang ku rasa juga banyak di alami oleh banyak pasangan di muka bumi ini.
Kalau mungkin dahulu kala kriteria itu bisa berderet jumlahnya, atau memenuhi kertas deh list yang dibuat. Mungkin, saat udah nikah beda ceritanya. Paling juga itungan jari tangan aja cukup.
Misalnya nih, mau berbagi cerita dan mendengarkan. Yups, ini juga salah satu kriteria yang aku pun harus miliki. wkwkwk
ya karena aku itu kalau punya pasangan mah kudu mendengarkan aku, kan aku tipe yang gak bisa cerita sesuka hati ke sembarang orang. Jadi, paling engga aku punya pasangan ya yang mau diajak cerita. Mau dengerin ke absurd an nya aku. Aku gak bisa asal curhat sama orang lain, jadi aku teh butuh partner yang memang akan membawa aku menuju rasa nyaman. Yaitu dengan mendengarkan segala cerita, keluh kesah dan segala macam dongeng yang aku sajikan. Kalau gak gitu bisa bisa aku nya yang seharian nulis di buku diary, wkwkkw. kan udah punya pasangan ngapa masih curhat ama bukudiary yak?!
Truss, kalau udah ngobrol ya. Tentu saja aku mah berharap kita bisa diskusi secara sehat dan menghargai pendapat masing-masing meskipun berbeda.
Sama aku juga seneng kalau punya pasangan yang mau diajak tumbuh bersama, kita sama-sama grow up ke arah yang lebih baik, glow up juga gak sih? hahaha
Dan lagi, aku tuh ya selalu punya target. Kalau misal pasangan aku tuh gak mau tumbuh bareng, kebayang gak sih aku yang kek sendirian memperjuangkan mimpiku. Dan aku rasa, aku akan menjadi wonder womwn misal punya pasangan yang pasif. hahaha
then, aku punya mimpi untuk diwujudkan dan aku harap tuh pasangan aku tuh juga menghargai mimpiku. Percaya sama aku, sama usahaku, sama kegigihan sekaligus dan kegilaanku, maybe gitu.
aku bakal sangat bahagia ketika pasanganku terlibat dalam setiap aktivitasku. Percaya dan support aku sepenuh hati, jiwa dan raga. gitu kan ya?
Bentar, ini malah jadi ajang curhat akuya. Mungkin karena saat ini suamiku sedang tidur, habis pulang kerja. Jadi lah aku butuh tempat curhat, hahaha.
sejauh ini suamiku lumayan sih menjadi pasangan yang lumayan idaman, hahaha. Dengan kata lain, idaman itu tergantung mood dan selera sih ya sebenernya.
Misal hari ini mau makan rawon, tapi yang tersedia rawon ya artinya sudah idaman. Dan esok hari mau makan pecel, tapi yang tersedia telur balado. Akhirnya presepsi idaman menjadi tidak idaman. Ibaratnya itulah mengartikan makna pasangan idaman setelah menikah. Karena yang memang dibutuhkan adalah saat kita membutuhkan sesuai apa yang sedang kita butuhkan, dengan itu tercipta kata idaman. Karena sesuai harapan, angan-angan dan terjadilah kenyataan.
okeey... :)
senyumlah.. karena semua akan menjadi idaman pada waktu yang memang telah ditentukan.