Senin, 22 Mei 2023

Pasangan Idaman

Kali ini, aku pengen banget flashback ke masa-masa seventeen yang pernah aku lalui. Dimana masa-masa itu aku jadi anak galau. Mendapat banyak perhatian dari guru-guruku. Masa-masa termalas dalam hidupku. Masa-masa dimana aku gak peduli dengan apa yang akan dan sedang aku lakukan. Yang aku tau saat itu kalau aku mau jalan ya jalan aja, mau berhenti yaudah berhenti aja.

Hingga aku bertemu dengan sebuah buku yang membuat aku banyak menulis, banyak berharap dan banyak bermimpi. Buku yang ditulis oleh DR. Aidh Al Qarni, judulnya "Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia". 

Ketemu dengan buku ini, gak sengaja saat menyusuri tumpukan buku di perpustakaan sekolahku. Saat bahkan aku sering bermimpi buruk tentang papaku, entah apakah akan bertemu lagi atau tidak. Kalau aku cerita apa yang terjadi pada rumah tangga orang tuaku, begitu banyak episode yang membuatku patah hati. Aku merasa gak bisa lagi tersenyum setelah apa yang terjadi, aku merasa banyak hal hilang dari hidupku. Aku pernah merasa sebahagia itu dulu, aku pernah merasa disayangi begitu menyenangkan. Aku pernah merasakan menjadi anak yang orangtuanya utuh. 

Aku pernah berada dalam situasi, dimana rumah menjadi tempat paling menyenangkan. Aku yang paling betah di rumah, di antara semua anak-anak orangtuaku. Rumah,menjadi tempat paling favorit untukku. Karena di rumah aku bisa melakukan berbagai aktivitas tanpa harus keluar rumah. 

Aku si anak perempuan yang merasa bahagia ketika family time. Semua berkumpul dan kita seru-seruan bareng.  Dari kecil aku merasa gak butuh teman banyak karena di rumah saja aku udah punya temen main yang banyak. hahaha

Balik lagi ke tema awal, aku mau cerita tentang masa-masa seventeen yang menurut aku di fase ini aku  bikin harapan. Banyak harapan yang aku tuliskan. Termasuk tentang pasangan idaman. Kenapa gitu?

Jujur, aku di masa ini adalah gadis yang lumayan banyak yang mau kenalan. hahaha

Aku selalu mengamati mereka yang mendekat, aku berharap sih kelak kalau aku menikah gak akan kecewa sama pilihanku.

Aku menulis sebuah surat tentang pasangan idamanku, dimana sosok itu adalah laki-laki yang bisa multiperan. hahaha

Kenapa multiperan? Karena kadang aku susah di tebak, suatu waktu aku bisa dewasa banget, suatu waktu aku bisa kekanakan banget, suatu waktu aku bisa keibuan, suatu waktu aku bisa kek monster. hahaha

Aku gak butuh yang sempurna, tapi butuh yang bisa selalu ada dan menjalankan peran sesuai kebutuhanku. 

Karena di masa-masa itu aku banyak galau, aku pengennya sih cari inspirasi untuk menemukan diriku yang baru. Menemukan apa sih maunya aku. Karena aku waktu itu banyak bersedih, aku gak bisa mikir kalau lagi sedih, huhu.

Dan menemukan buku itu seperti oase di tengah gurun pasir yang tandus. Aku menemukan sesuatu yang membuatku mensyukuri hidupku, gak ada lagi pikiran untuk mengakhiri. Aku ingin menjadi wanita yang paling bahagia di dunia. Dan aku ingin menjadi wanita yang paling beruntung.

Dari situ aku mengungkapkan keinginanku. Ah, surat itu ternyata jatuh di tangan yang salah. Suratnya hilang dan aku kecewa dengan penerimanya. hahaha

it's okay..

Kejadian itu sungguh mengajarkan padaku, bahwa jangan berharap dengan manusia. Jangan memaksa dalam berdo'a ketika kamu tuh gak tau apa-apa.

Dan yang terbaik diantara yang terbaik adalah percaya sama yang Allah takdirkan. Karena, Allah gak akan pernah kasih yang salah.

Jadi, kayak apa pasangan idaman?

hmmm, lanjut di part selanjutnya aja yaa..hahaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar