Bismillahirrahmanirrahim
Ini adalah jurnal keempat, tapi sebelum Annur tulis jurnalnya, ijin untuk curhat dulu. ha-ha-ha
Jurnal ini Annur tulis dalam keadaan yang masih batuk sampe nyesek banget. Alhamdulillah ala kulli haal diberikan rasa yang kembali terulang. Ya, Annur terkena virus yang menyebabkan heboh beberapa waktu lalu. Kali ini namanya bukan omicron, tapi eris. Ini bermula dari anak Annur yang laki-laki pulang sekolah di hari Jum'at, tiba-tiba badannya demam. Beberapa hari demam naik turun, dan selama beberapa hari itu si adek gak mau lepas dari ibunya. Di tengah malam kebangun, minta selalu dipeluk, ditemenin dan mulai membaik di hari ahad.
Qodarullah di hari Senin, Annur merasakan sesuatu yang aneh pada dada bagian pernafasan. Seperti suara grok, kayak ada dahak dan itu memang sakit sekali. Disusul kaki yang ngilu lalu sekujur tubuh. DEG! Ini seperti yang kurasakan di tahun 2021, dimana rasa sakit di kaki membuat mata tak bisa terpejam. Saking sakitnya, sampe nangis. Karena memang ngilunya itu gak bisa digambarkan.
Selama 2 hari hanya berada di atas tempat tidur kecuali saat akan ke toilet maupun untuk melaksanakan shalat. Di hari ke 3, saat kaki sudah bisa bergerak meski masih ngilu, Annur beranikan diri untuk ke klinik dokter. Dan benar saja, semua gejala mengarah pada eris. Dokter yang menangani juga bilang kalau sebenarnya yang booming di Jakarta itu bukan ISPA, tapi Covid. Dokter sangat terbuka menginformasikan ini, karena beliau tau ekonomi sedang naik-naiknya. Tak semua dokter mau terbuka untuk tetap menjaga keadaan ekonomi saat ini.
Bahkan beliau juga menyampaikan beberapa waktu lalu beliau juga terkena eris karena ketularan anaknya dari sekolah, penyebaran sangat cepat memang di sekolah.
Jadi, beliau blak-blakan bilang ini ke Annur. Lalu, meresepkan obat untuk dibawa pulang. Dan sampai sekarang Annur belum berdiskusi dengan anggota tim karena kondisi Annur yang beginiii...
Tapi, tadi Annur udah spill dikit apa yang akan kita diskusikan besok. InsyaaAllah besok Annur akan memulai diskusi dengan tim.
Kenapa kok baru pekan ini mau diskusi?
Karena pekan sebelumnya Annur kurang fokus dengan materi dan diskusi yang ada di kampus. Simbahnya anak-anak datang kesini, jadi ga mungkin untuk gak nemenin beliau.
Apalagi di siang hari yaa..
Jadi baru bisa nyimak materinya malam hari, nyicil gitu.
***
Annur nyoba menjabarkan satu persatu ya dari template di atas.
Pertama, golden Rules dan Exit Procedure.
Karena kami semua muslim. Kami mengambil 3 poin saja. Lillah, karena disini kami dipertemukan atas ijin Allah. Dan akan melakukan gerakan ini juga karena Allah. Kami tidak terpikir apapun selain itu.
Fillah, kebersamaan yang ada dan aktivitas yang nantinya dilakukan kami harap juga bernilai ibadah pada Allah.
Billah, hanya dengan pertolongan Allah maka semua akan tercapai.
Sementara jika di kemudian hari ada permasalahan, kami memilih exit procedure penuh adab dan tetap menjalin ukhuwah.
“Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang dihimpun dalam kesatuan. Jika saling mengenal di antara mereka maka akan bersatu. Dan yang saling merasa asing di antara mereka maka akan berpisah.”
(HR. Muslim 6376)
Dari hadis itu, Annur sudah merasa cukup. Bahwa semua karena Allah.
Sementara untuk milestone, dibagi jadi 3.
Pertama, Juli-Agustus: pembentukan tim, perkenalan, identifikasi masalah bersama.
Kedua, September-Oktober: pembuatan goals and resource, mulai bersiap-siap untuk beraksi, mengajak ibu-ibu lainnya untuk bermain bersama.
Ketiga, November-Desember: setelah tantangan tahap 1 selesai, akan ada scale up tantangan dan menjadikan ini wadah untuk saling support dan mengingatkan tujuan bersama.
Untuk resource, kami telah memiliki tenaga ahli, tenaga desain, tenaga program dan kreativitas.
Karena gerakan kami dalam lingkup ibu dan anak, maka banyak jaringan yang telah ada dan selaras dengan kami.
Untuk smart goal
Specific : Mengajak para ibu untuk membangun interaksi yang sehat dan penuh cinta dengan anak-anaknya, menjadi wadah untuk seluruh ibu di Indonesia saling support dan peduli. Menjadi wadah untuk belajar dan bermain bersama.
Measurable : Mempererat bonding ibu dan anak yang sudah baik, memperbaiki bonding ibu dan anak yang sempat terluka dalam masa challenge 30 hari pertama.
Achievable : Dalam 30 hari tantangan pertama, ibu dan anak akan mendapatkan challenge-challenge yang nantinya akan menjadi sebuah kenangan yang tak terlupakan.
Relevant : Bonding yang semakin rekat dan erat, akan menciptakan sebuah rumah yang nyaman dan hangat. Dan para ayah bisa ikut serta dalam membangun ikatan hati pada anaknya. Ibu yang bahagia tentu saja melahirkan anak yang bahagia.
Time Bound : Dimulai dari 30 hari pertama untuk merekatkan dan menjadi awal perbaikan hubungan ibu dan anak, dilanjutkan dengan challlenge selanjutnya yang membutuhkan konsistensi dan komitmen untuk dilakukan. Agar terbentuk menjadi habbit yang baik.
Nah, itu tadi yaaa kira-kiraaa..
Mungkin ini jurnal paling singkat yaa.. hehe
Karena Annur pun sedang pusing banget buat ngetik dan liat layar hp.
Oh iya.. untuk media sosial. Sudah ada fanpage dan Instagram yang dibuat.
Untuk media sosial lainnya belum sempat Annur buat, nunggu pulih dulu.
and.. itu udah ada logo nya yaaa... itu buatan mba Fani. next Annur ceritakan lengkap makna di balik logo itu..
Dah.. sekian dulu ya jurnalnya.. mau istirahat lagiii... 🤢😵🥴😴