Senin, 26 April 2021

Jurnal Kepompong : Puasa Pekan Kedua

Bismillah, Assalamu'alaikum..

Pekan kedua, Alhamdulillah berjalan dengan baik. Tentu saja tantangan ini tetap menegangkan meskipun di pekan kedua ini jadi terbiasa melakukan hal yang menjadi tantangan. Mungkin karena dilatih setiap hari jadi tidak terasa berat lagi.

Di pekan kedua ini Annur masih melatih hati. Entah mengapa jadi semangat apalagi momentnya tepat di bulan suci Ramadhan. Semua terasa menyenangkan, banyak melatih hati untuk dekat dengan pasangan dan tentunya anak-anak. Annur merasa banyak waktu yang digunakan untuk mempererat hubungan kami.

Alhamdulillah yang Annur syukuri, segala pikiran Annur menjadi kenyataan. Tentang yang baik-baik, ternyata ini yang Allah maksud tentang prasangka. Tentu saja jika kita berprasangka baik maka yang terjadi adalah hal-hal yang baik, begitupun sebaliknya. Betapa di bulan Ramadhan ini Annur merasakan kasih sayang Allah. 

Ternyata menurunkan standar tak membuat Annur down, apalagi jika hasilnya tak menyakiti siapapun. Tapi ada kalanya suami dan anak-anak juga membantu Annur untuk merasa nyaman dengan keputusan Annur. Walau memang gak bisa sempurna sesuai yang Annur mau. Tapi ada beberapa keputusan yang membuat Annur untuk tetap bahagia menjalani ini.

Misal menyadari bahwa kita memiliki peran masing-masing. Tidak mungkin delegasi kita bebankan berlebih untuk yang lainnya tanpa komunikasi serta peran yang baik. Maka keputusannya adalah sering melakukan kegiatan secara bersama dan meminimalisir pembagian tugas jika tidak yakin akan selesai sesuai ekspetasi kita, apalagi anak-anak masih kecil dan lebih banyak melihat apa yang kita lakukan daripada dibebankan sesuatu yang mereka belum sepenuhnya mengerti. Kecuali mereka memintanya sendiri dan yakin bisa menyelesaikannya.

Banyak bersyukur karena anak-anak dan suami tak banyak menuntut pun tak mengeluh dengan kekurangan Annur. Sedangkan Annur seharusnya mengapresiasi mereka yang tak harus membuat Annur meruntuhkan hati demi mewujudkan yang kami inginkan.

Sambil observasi anak-anak. Mereka banyak progress yang membanggakan, bahkan pada Ramadhan ini. Banyak sekali yang Annur syukuri dari mereka. Aghnia dan dek Afa sudah puasa full sampai maghrib. Suatu hal yang membuat Annur terharu. Bahkan malu, karena di usia mereka Annur belum mengenal apa itu puasa, apa itu bulan Ramadhan. Sekali lagi ini karena kemudahan dari Allah untuk Annur mengajari mereka. Membuat mereka sedikit mengerti tentang Ramadhan.

Jika bukan karena campur tangan Allah sungguh apa daya Annur. Walau sebenarnya ramadhan kali ini sedikit ketinggalan target tadarus Al Qur'an, tapi ada kesenangan tersndiri saat waktu dihabiskan untuk melatih anak-anak dan menceritakan banyak hal tentang Ramadhan. Menyiapkan makanan untuk berbuka pun saat kami sahur bersama.

Salah satu kemudahan Allah, anak-anak tak susah dibangunkan saat sahur. Sungguhlah ini semua berkaitan dengan hati. Keyakinan Annur untuk mengajak anak-anak berlatih menyiapkan diri menyambut bulan suci ramadhan.

Memang untuk usia mereka belum wajib. Tapi jika mereka saja melakukan dengan bahagia apakah kita harus menolak? Maka, Annur memutuskan untuk mendukung mereka. Percaya pada mereka dan masyaaAllah..

Pekan kedua ini mengajarkan Annur tentang prasangka, dan Annur berharap setiap hari yang ada hanya prasangka baik dan menghadirkan kebaikan dalam hidup ini.




Rabu, 14 April 2021

Jurnal Kepompong : Puasa Pekan Pertama

 Assalamu'alaikum

Wow, pekan ke sembilan gaes.. kok berasa cepet banget yak ;)

Oke, sudah satu pekan kami dapat tantangan buat berpuasa. Selain puasa pekanan juga ada tantangan 30 hari. Jadi kita puasa pekanan untuk tidak merasa lapar lagi, karena saat di tahap ulat-ulat kia sudah terlalu banyak makan. Nah, di tahap ini kami menjadi kepompong dan hanya makan dari makanan dan potluck yang sudah kami bawa sebagai bekal puasa. Lalu tantangan 30 hari ini untuk memperkuat, menguji komitmen dan konsistensi kita terhadap ilmu yang kita pelajari.


Annur memutuskan untuk puasa hati, menjaga dari semua aliran negatif yang dapat merusak hati. Menguji konsistensi Annur dalam memahami sudut pandang yang berbeda, tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu jika belum tuntas, untuk berprasangka baik terhadapNya juga pada pasangan, anak, keluarga dan siapapun yang sedang menjalin komunikasi dengan Annur. 

Dengan beberapa penilaian yang Annur berikan atas tantangan ini.

EXCELLENT : Jika seharian itu hati Annur diatas 90% merasakan bahagia, tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu sebelum tahu kebenarannya, tahu alasan dan hikmah yang terjadi di hari itu, berpikir jernih dan jujur terhadap perasaan sendiri tanpa membohongi diri agar terlihat baik (cara ini Annur gunakan untuk menurunkan standar sebagai orang yang maximizer agar tidak ada beban), anak-anak bahagia dan terbuka pada Annur (Ini menjadi kekuatan tersendiri buat Annur)

VERY GOOD : Segera sadar atas apa yang sedang terjadi, segera membenahi diri, tidak fokus pada hasil tapi fokus pada apa yang sedang diupayakan. Dan apapun yang terjadi di hari itu tak membuat Annur berubah atau merubah kebaikan.

SATISFACTORY : Tak mengapa lepas kendali jika masih di batas normal dan tidak melanggar kesepakatan. Maksudnya, disini Annur tetap menjalankan tantangan untuk puasa hati agar tidak mengarah pada penyakit hati. Walau perasaan berubah dan mood swing tapi tetap bisa mengendalikan diri dan hasil akhir di hari itu tidak menyakiti siapapun yang sedang dekat dengan Annur terkhusus anak-anak, agar tidak mencederai fitrah dan hati mereka.

NEED IMPROVEMENT : Hilang kendali atas hati, tidak mau tahu lagi dengan tantangan dan puasa yang dijalani, tidak ingin memperbaiki hari, lari atau mengalihkan diri dari kenyataan dengan hal-hal yang menguntungkan pribadi seperti main sosmed sendiri, nonton film sendiri, main game sendiri, baca buku sendiri tanpa mau di ganggu dan lain-lainnya yang lepas dari keinginan menjaga hati dengan cara tetap bersama dan mengambil hikmah yang ada.


Dan ini cerita singkat tentang tantangan sepekan kemarin yang sudah Annur kerjakan.

Day 1 : Annur merasa bahagia bisa melakukan kegiatan sesuai jadwal, membiarkan suami istirahat dan memiliki agenda sendiri, ikut kelas offline bahasa arab dianter suami, menemani anak-anak bermain dan belajar, lalu kami banyak berkegiatan bersama setelah suami medical check up. Hari pertama excellent, Annur menjalani hari ini dengan bahagia dan tidak membiarkan hati untuk bertemu dengan aliran negatif.

Day 2 : Annur hampir terpengaruh untuk greget karena rengekan di saat Annur lagi menghandle customer yang complain karena dia pakai krim ber HQ dan setelah pakai krim dari dr. Ferihana belum ada perubahan yang berarti. Ya karena efek krim HQ saja udah mengkhawatirkan di kulit. Annur tersadar untuk mengerem diri, meletakkan hanphone dan mulai memperhatikan anak-anak lagi, menemani mereka bermain. Dan itu menyenangkan. Hari kedua ini Very Good, karena sempat ada rasa sebal dan Annur sadar itu tidak baik.

Day 3 : Annur banyak komunikasi dengan pasangan di hari ini. Si pak suami sharing tentang sesuatu dan kami akhirnya lanjut berdiskusi. Dan diskusinya gak anteng gitu, jangan bayangkan kami itu kalau diskusi sambil dinner asyik di resto, ngobrol cantik di teras sambil nyeruput kopi atau teh, hahaa. Itu kok jarang kami lakukan. Karena kami berdiskusi biasanya di dapur sambil ngulek lombok, bawang terus ngupas sayur atau nyuci piring yang satunya nyuci baju di kamar mandi, beberes kamar dan lain-lain. hahaha. Dan ini Excellent!

Day 4 : Annur di pagi hari curhat ke suami, wkwkwk. Mengeluarkan isi hati, ini sering Annur lakukan saat gak tau lagi mau ngomong apa ke suami tentang yang Annur inginkan. Bukan menuntutnya cuma ingin dia dan kita sekeluarga selamat sampai ke tujuan a.k.a Jannah. Ingin dia lebih fokus dan serius dengan keluarga, dengan misi visi pernikahan kita. Cita-cita keluarga kita, pun ingin mewujudkan keinginan serta harapan orangtua kita. Sambil nangis bombay pun udah biasa, Annur gak merasa perlu gengsi nangis di depan dia, kalau bicara dari hati ya ngalir aja. Urusan dia berubah atau tidak itu hak mutlak Allah. Tapi Annur sangat menghargai keterbukaan, kejujuran dalam pernikahan. Jadi Annur akan sampaikan apapun dengan jujur pun juga ingin tau dari sudut pandangnya apa yang sebenarnya dia inginkan dan rasakan. Dalam pernikahan ini sangat penting untuk Annur, agar kami tak saling menyakiti dalam diam. Lebih baik bicarakan dengan hati dan dari hati agar diterima di hati. Yes, Excellent!

Day 5 : Annur gak sengaja melihat video yang menyebalkan di pagi hari, padahal kan sudah tau kalau pagi hari jangan sampai buka medsos terlalu lama dan melihat sesuatu yang akan merubah mood seharian. Apalagi Annur baca juga tentang childfree, astaghfirullah tambahlah Annur jengkel. Sampai anak-anak berebut terus nangis salah satu, berantakin rumah sampai ada yang tumpah jadi kotor, dan hal-hal lainnya yang Annur gak suka. Apalagi Aghnia yang menguji kesabaran, subhanallah. Akhirnya Annur manggil Aghnia dan Afa pakai suara dengan nada tinggi. Aghnia yang gak bisa terima dipanggil dengan kayak gitu langsung nangis, merasa emaknya marahin dia. Tapi gak lama dari itu Annur memeluk mereka setelah butuh waktu buat istighfar dan meyakinkan diri inilah tantangan itu. Anak-anak pun mengeluarkan apa yang mereka rasakan dan berjanji gak akan seperti itu lagi, mereka tau kalau yang mereka lakukan membuat Annur gak suka. Malam harinya kami malah ngakak bareng-bareng karena bermain dan kami sangat senang bermain bersama. No gadget dan banyak bermain. Membaca buku lalu bersih-bersih dan tidur. Satisfactory tentunya :)

Day 6 : Annur gak banyak tantangan di hari ini karena suami libur kerja, dan hari ini adalah malam menyambut bulan Ramadhan. Jadi setelah agenda kami bebersih rumah kami persiapan buat shalat tarawih perdana setelah tahun kemarin absen karena masjid ditutup dan gak boleh shalat berjamaah. Yeay, Excellent! Hari ini family time yang berkualitass❤

Day 7 :  Annur mencoba menilai dari sisi lain tentang mukena ibu-ibu yang bervariasi. Jadi teringat tentang masa kecil dulu, sering mengamati hal ini. Dan Annur bersyukur termasuk orang yang biasa aja dari kecil tentang mukena. Apalagi setelah tau kalau mukena bukan hal yang wajib untuk dipakai shalat. Yang penting kalau punya mukena mau dipakai shalat itu bersih dan suci dari najis, udah gitu aja. Mau gimana bentuknya itu nomer kesekian. Hmm, dan jangan pakai mukena yang mencuri perhatian takut tabarruj, tapi kita tetap berprasangka baik pada mereka yang suka dengan mukena ala-ala baju india misalnya banyak aksesories dan berwarna-warni siapa tau mereka belum tau kan :). Hari ini excellent apalagi dapet bonus  disayang suami, hahaha (dimasakin maksudnya) :D

 

udah deh gitu itu cerita singkat sepekan Annur menjalani tantangan di pekan ke sembilan. Lumayan juga nulis ini, Alhamdulillah anak-anak support gak begitu rewweeel liat emak main notebook  :D


Minggu, 04 April 2021

aliran Rasa tahap Ulat

assalamu'alaikum..

Selesai juga akhirnya tahap ulat. Dan baru Annur sadari kalau Annur ulat yang "don't teach me, i love to learn". wkwkwk

cukup kasih clue dan Annur akan belajar. Betewe Annur so happy dengan potluck yang di berikan sama ulat-ulat lain, tapi karena kondisi Annur yang lagi gak bisa fokus beberepa pekan lalu jadi Annur belum santap semua pun belum bisa balesin kasih potluck ke mereka. 

alhamdulillah banyak potluck jadi bisa buat bekal puasa ini biar jadi kepompong yang fokus dalam berproses jadi kupu-kupu cantik..

Dan ternyata Annur suka sekali belajar di kelas Bunda Cekatan ini. Berbeda dari kelas lainnya, kelas ini dengan gamifikasi yang super keren. Judulnya memang belajar tapi dikemas seperti bermain. Jadi gak bosen dan selalu menanti apa ya selanjutnya?

Untuk pembelajar seperti Annur yang susah buat belajar dengan tegangan tinggi, hahaha. Kelas ini sangat menyenangkan. Imajinasi berputar dan menari-nari.

Annur jadi kepikiran buat bikin kelas buat anak-anak dikemas dengan imajinasi yang menarik. lalu kita bermain dengan tujuan mencari bekal :D


Sabtu, 03 April 2021

Jurnal pekan kedelapan : Buddyku

Bismillah,

Wah ternyata ini udah pekan ke delapan. Cepet ya ternyata. Dan pekan ini pertama kali yang harus dilakukan adalah mencari buddy. Melamar atau dilamar.

Btw, waktu nyimak pemaparan magika. Annur terpikir buat menghubungi kakak kembaran yang lagi jauh disana😀. Tapi takut mengganggu Family time nya. Yaudah deh Annur memutuskan siapa yang melamar duluan itu yang bakal Annur terima. Wkwkwk asli sok iye banget 🤭

Pucuk dicinta, cinta tak kemana😂. Jan opo Iki..

Mba twin duluan yang menghubungi Annur, asli gak diragukan lagi kalau mengerjakan tugas doi gercep dan cekatan. 

Annur? Masih menjaga jarak sama hape. Entah kenapa mata masih musuhan sama layar. Hahaha.. jadi kalau Annur bikin status trus gak nengok status temen itu bukan karena sombong atau gimana. Tapi karena Annur gak bisa lama liat layar hp.

Makanya nulis jurnal pun gak bisa panjang gini. Pengennya ya kalau bisa nulis di buku aja..hahaha

Oke balik ke jurnal. Kebanyakan curcol ini kalau nulis..

Dan akhirnya kita sepakat buat aliran rasa dengan voice note. Sampe beberapa hari. Annur slowrespon banget. Maafkan ya mba twiin 🙏

Qodarullah memang lagi disuruh fokus ke keluarga. Oke, Allah lagi pengen Annur fokus ke keluarga. Eh, ternyata kita samaan. Mba twiin juga harus fokus sama keluarga.

Voice note mba twiin baru bisa Annur dengarkan saat Annur punya waktu online yang lama. Biasanya waktu online yang lama ini saat mata dan kepala bisa diajak buat liat layar lebih lama. Setelah sembuh dari covid, ternyata efeknya juga masih ada. Masih lemes dan sering gak fokus. insyaaAllah Annur menerima ini dengan ikhlas. Jadi Annur selalu siasati online saat badan bener-bener bisa diajak kerjasama.

Dari aliran rasa mba twiin. Ternyata ada kesamaan pada kita tapi tentunya dengan keadaan yang berbeda. Mba twiin topik yang ingin diperdalam personal mastery sementara Annur di manajemen Qolbu.

Lama gak ngobrol panjang, biasanya kalau ngobrol bisa sampe mana-mana. Hahaha.. jadi voice note nya juga panjang. Annur memaklumi mba twin gak langsung dengerin vn dari Annur karena Annur pun sama. Hahaha.. tuuh kan kita samaan lagi. Annur baru bisa dengerin ya pas lagi gak ada hambatan.

Dari aliran rasa tentang petualangan di hutan kupu Cekatan sampai tantangan dalam kehidupan. Ceileeh.. kita saling berbagi pengalaman. Qodarullah Annur dapat kabar duka saat ingin mempersiapkan bekal buat mba twiin. Saat Annur tanya bekal apa yang mba twiin inginkan, biar Annur bisa siapkan. Ternyata mba twin bilang dari VN yang Annur buat sudah menjadi bekal buat mba twiin. 

Sebenarnya isi VN Annur lebih ke pengalaman Annur. Pemikiran Annur tentang kehidupan yang Annur jalani selama ini.

Allah itu maha baik, memberikan suatu tantangan yang tak main-main. Sudah sepaket sama hikmah dan jawaban. Bukan karena Allah tak sayang, justru dengan begini Allah berikan kasih sayang yang luar biasa. Biar kita semakin kuat, biar kita bisa berbagi dan bermanfaat.

Dari aliran rasa mba twiin, kebutuhan untuk deep sleep, delegasi dan baca kilat dengan penyertanya manajemen waktu dan gadget. Dan yang baru mba twiin bilang tentang personal mastery.

Annur mencoba berbagi pengalaman tentang tidur. Wah Annur jadi inget punya masalah dan trauma juga dulu dengan tidur.

Annur pernah gak bisa tidur atau insomnia pun pernah merasakan tidur berjam-jam lamanya. Ini berkaitan dengan hati yang semrawut juga saat itu. Psikis yang kacau dan Annur merasa stress. Berpengaruh pada tidur. Tentu saja itu gak enak banget..

Btw, Annur lanjut besok pagi ya..

Ini udah jam 22.50 dan sudah mengantuk ..hehe

dan Annur gak bisa lanjutin hari Minggu kemarin karena anu, dan pagi ini Annur paksa meski anu. Hihi

okay, lanjut ya.. Tentang tidur, delegasi, membaca kilat, manajemen waktu dan gadget serta personal mastery dari aliran rasa mba twiin. Annur jadi teringat salah satu hadist Rasulullah kepada putrinya, Fatimah. begini,

Ali berkata, Fathimah mengeluhkan bekas alat penggiling yang dialaminya. Lalu pada saat itu ada seorang tawanan yang mendatangai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Fathimah bertolak, namun tidak bertemu dengan beliau. Dia mendapatkan Aisyah. Lalu dia mengabarkan kepadanya. Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba, Aisyah mengabarkan kedatangan Fathimah kepada beliau. Lalu beliau mendatangi kami, yang kala itu kami hendak berangkat tidur. Lalu aku siap berdiri, namun beliau berkata. ‘Tetaplah di tempatmu’. Lalu beliau duduk di tengah kami, sehingga aku bisa merasakan dinginnya kedua telapak kaki beliau di dadaku. Beliau berkata. ‘Ketahuilah, akan kuajarkan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari pada apa yang engkau minta kepadaku. Apabila engkau hendak tidur, maka bertakbirlah tiga puluh empat kali, bertasbihlah tiga puluh tiga kali, dan bertahmidlah tiga puluh tiga kali, maka itu lebih baik bagimu daripada seorang pembantu

Hadits Shahih, ditakhrij Al-Bukhari 4/102, Muslim 17/45, Abu Dawud hadits nomor 5062, At-Tirmidzi hadits nomor 3469, Ahmad 1/96, Al-Baihaqy 7/293

Annur pertama kali baca di https://almanhaj.or.id/232-wasiat-sebelum-tidur.html , penjelasan disitu lebih lengkap. Dan Annur sangat suka. Apalagi dulu waktu anak-anak masih bayi Annur suka mengeluh capek, dan membaca itu membuat Annur lebih semangat menjalani aktivitas sehari-hari. Termasuk menurunkan standar Annur saat itu yang membuat pikiran selalu penuh. Kenyataannya memang pikiran mempengaruhi kondisi kita,hihi. Jadi, ,menurunkan standar adalah jalan yang Annur tempuh. Annur harus bahagia bisa atau tidak bisa melakukan yang ingin dilakukan. Menekan ego untuk selalu sempurna dalam mengerjakan setiap jadwal yang sudah Annur buat sebelumnya. Toh selama yang kita kerjakan bukan bermaksiat atau yang belum kita kerjakan tidak membuat kita berdosa ya udah selow aja. Apalagi tugas emak-emak yang emang gak sedikit ya :D

Disitu sangat erat dengan topik yang Annur pelajari juga, Manajemen Qolbu. Jadi, bagi Annur itu sangat penting. Dzikir sebelum tidur yang harus diamalkan. Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas dan tentunya ridho dari Allah.

yang bisa Annur bagikan untuk mba twin,

1. Ingat Allah sebelum tidur

Annur percaya mba twiin sudah melakukan adab sebelum tidur dengan istiqomah. Seperti berwudhu, membersihkan tempat tidur, miring/ berbaring sisi kanan, meniup telapak tangan sambil baca surat 3 qul masing-masing sekali lalu mengusap pada wajah dan anggota tubuh yang bisa dijangkau, baca ayat kursi, baca do'a sebelum tidur, tidur tidak larut. Annur berbagi pengalaman dengan tambahan pesan Rasulullah kepada putrinya, bersyukur pada Allah atas karunia yang sudah kita dapatkan di hari itu.

2. Kerjakan yang membuat bahagia

mba twiin sayang, setiap yang kita lakukan untuk keluarga insyaaAllah bernilai ibadah. Tuntas ataupun tidak tuntas jika kita sudah memiliki niat yang baik maka Allah menilai dari niat kita. Akan selalu kita temui yang tidak sesuai yang kita harapkan, jadikan untuk melatih hati agar bersabar dan pasrah pada kehendak Allah. Karena sesuatu terjadi atas ijin dari Allah, seperti yang mba twiin bilang daun jatuh pun karena Allah menghendakinya. Lakukan apapun yang membuat mba twiin bahagia selama tak melanggar syariat. Tak bertentangan dengan perintahNya, jadikan diri mba twiin lebih bahagia. Gunakan kesempatan yang ada untuk meraih pahala dan mengumpulkan amal jariyah sebanyak-banyaknya. Gunakan hati sebagai kompas untuk menentukan arah tujuan ke jalan yang Allah ridhoi.

3. Jadwal bukan segalanya

mba twiiin, ini yang belum Annur bilang di VN kayaknya. But, ini hasil dari pemikiran Annur selama ini. Ada yang Allah ijinkan hidup di dunia lama sekali, namun dia selalu berbuat dzalim dan kafir pun tak pernah mencari sinyal kebenaran. Namun, ada juga yang Allah ijinkan hanya sedetik di dunia lalu kembali padaNya, menjadi tabungan ayah ibunya jika mereka bersabar, jika mereka beriman, jika mereka percaya akan kuasa Allah dan takdir dariNya. 

Dikarenakan Annur yang tumbuh dan mencari sendiri makna hidup serta agama yang akan Annur imani. Menurut Annur waktu bukan segalanya, karena waktu adalah milikNya, Dia-lah segalanya. Annur memikirkan ini sejak pertama kali Annur trial error tentang manajemen waktu dan gadget. Karena awalnya Annur dan suami pernah konflik karena ini, kami benar-benar merasa asing dengan diri kami. Dan ini juga masih sampai saat ini menjadi permasalahan kami. Namun tak seperti dulu. Saat Annur yang menentukan jadwal, ternyata suami tidak bisa menepatinya. Saat dia yang menentukan jadwal juga tidak berjalan sesuai harapan. Ternyata kita sama-sama lemah di Activator.

Akhirnya Annur memilih kebahagiaan Annur dengan cara lakukan apapun yang membuat Annur senang tanpa mengusik suami. Annur tak melibatkan jika dia tak mau. Tentu saja setelah Annur tanya, yakin gak mau ikut? hehe. Tapi tetep minta ijin melakukan yang akan kami lakukan.

Annur menginginkan memori yang membahagiakan untuk anak-anak meskipun sebenarnya banyak sekali standar yang harus Annur turunkan. Rumah rapi dan bersih? ah, saat ini kami paling seminggu sekali doang bisa begitu. Penialaian tamu dan saudara yang datang ke rumah dulu membuat Annur malu, sekarang Annur kasih senyuman aja kalau ada yang tidak berkenan.

Ajang beberes menjadi waktu yang menyenangkan saat satu keluarga terlibat. Meskipun ini terjadi seminggu sekali atau tiga hari sekali. Awalnya ini membuat Annur stress dan gampang sakit. Hahaha.. tapi bukankah kita yang mengendalikan hati dan pikiran kita? jadi, Annur mulai menikmatinya.

Annur melihat lagi waktu Annur kecil, Annur suka sekali main kemah-kemahan pakai kain yang ada di rumah. Berimajinasi dan main di dunia yang Annur bayangkan. Rumah berantakan dan Annur sering kena omel, pukul dan labelling. Dan ternyata ini yang membuat Annur juga gak suka lihat berantakan karena terbiasa melihat orangtua yang selalu menginginkan rumah yang rapi dan bersih. Iya, rapi dan bersih itu demi kebaikan. Tapi bukankah kebaikan tak akan pernah melukai yang lain?

Annur ubah jadwal yang Annur buat jadi lebih fleksibel selama tak ada yang terluka dan semua bahagia. Awalnya menurunkan standar ini gak nyaman dan ngerasa kenapa Annur yang berkorban? eh, pas liat episode obrolan dapur ibu tentang pengorbanan. Ah, tak ada yang perlu merasa berkorban karena kita tidak sedang mengorbankan apapun. Annur ikuti dan amati apa yang membuat anak-anak bahagia dan Annur mulai ikut bermain bersama mereka.

Kunci yang Annur pegang : Semua bahagia, semua sepakat, waktu yang dilalui bermanfaat. Maka jika pada akhirnya tak sesuai yang Annur bikin ya gapapa, asal semua bahagia, semua sepakat, dan kami melewati waktu dengan penuh manfaat paling tidak yang terekam hal-hal yang menyenangkan.

Untuk gadget, Annur benar-benar mengerti sekarang mantra "menarik tapi tidak tertarik". Segala kelas, kulwapp, kulzoom yang Annur ikuti haruslah yang memang Annur butuhkan untuk saat ini. Melahap ilmu sedikit tapi konsisten menurut Annur akan lebih lama bertahan dalam ingatan daripada sekaligus tapi gak ada yang nyantol di Annur,hehe. Annur deliberative, iyess betuul mikirnya kelamaan, hehe.. meskipun deliberative bukan di 7 teratas dan ada di no 10. Tapi focus ada di atas no 2, Annur cuma pengen fokus sama yang Annur butuhkan. hehe.. Annur percaya manajemen gadget mba twiin sudah sangat bagus.

Annur masih belajar banyak, terkait masalah kepala yang sering pusing kalau liat gadget kelamaan. hoho.. jadi ya telat banget buka wag dan chat yang masuk. Jadi Annur  selama ini merasa lebih baik tanpa gadget :D

Walau sebenernya mau gak mau harus gadget juga buat jualan online. Qodarullah HP buat jualan rusak. Jadi makin yakin buat no gadget needed untuk sementara ini. hihi.. Cukup seperlunya aja, malah sesempetnya aja. hahaha

4. Baca yang disukai

wohoo, karena jam gadget berkurang maka Annur jadi lebih suka baca buku dan itu menyenangkan. Eh, buku yang tentunya Annur ingin baca. Dan yang paling Annur suka baca Al Qur'an lanjut baca terjemahannya. Disini sangat mengasah hati, Annur bisa senyum ketika baca ayat tentang keindahan surga atau janji Allah untuk orang yang bertakwa yang selalu melakukan kebajikan, bisa menangis nyesek ketika membaca ayat tentang peringatan dan hari akhir termasuk janji Allah akan siksaNya yang pedih, sangat antusias ketika baca kisah-kisah yang ada di Al Qur'an.

Dan ternyata membaca yang kita sukai itu bikin ketagihan buat baca-baca lagi. Buat merenung dan mengaitkan kejadian yang ada. dan benar, Iqra! bacalah! kalau gak mau baca gimana bisa tau, hehe,, iya kaan? Seperti yang sudah Annur bilang di VN, Annur sangat ingin bisa baca kitab-kitab karangan para ulama. Do'akan ya mba twiiin.. 

Dan waktu membaca paling enak itu setelah subuh, masih fresh. hehe


5. Jaga hubungan dengan Allah maka Allah jaga hubungan dengan pasangan dan sesama

Berhubungan dengan Allah tak hanya saat sedang shalat, namun dzikir dengan mengingat Allah, mengingat karuniaNya, mengingat asma dan sifatNya juga merupakan usaha kita agar selalu terhubung dengan Allah. 

Tetap husnudzhon terhadap pasangan, hehe. Ini Annur alami waktu menjalani LDM 3 bulan, kadang kepo lagi ngapain gitu,hahaha. Semangat ya mba twiiin, semoga jadi waktu buat muhasabah diri masing-masing. Allah mudahkan dalam meraih apa yang mba twiin harapkan.

ah, kita sama-sama sedang berproses. InsyaaAllah kita bisa meraih cinta Allah dan ridhoNya.

Walau kita sedang berjauhan, Annur akan selalu berdo'a dan menjadi tim support untuk mba twiin ❤

Semangat berpuasa, menjadi kepompong dan mengumpulkan kekuatan untuk menjadi kupu-kupu cantik nan tangguh.



Menyukai sebuah mata pelajaran, karena emang suka atau karena gurunya?

 Hai.. Tulisan kedua untuk KLIP day 2 di bulan Maret ini, aku mau menceritakan sebuah ceritaku di masa lalu yang sangat berkesan untukku bah...