Jumat, 29 Desember 2023

JURNAL Event Konferensi Perempuan Indonesia 2023

 Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah telah selesai ikut konferensi Perempuan Indonesia.

Salah satu tugasnya adalah membuat peta konsep.


Berikut peta konsep yang telah Annur buat.

Dimulai dari Golden Rules. Annur masih menggunakan sama seperti peta konsep di Bunda Salihah.

Lillah, Fillah, Billah.

Untuk saat ini Annur hanya memikirkan kebermanfaatan diri dalam menggapai Ridha Allah. Tujuannya juga untuk ibadah semata pada Allah.


Dan gerakan yang Annur lakukan, semata ingin mendapatkan berkah dari Allah.

Start

Kenali dirimu : kalau dalam TM 7 bakat teratas Annur adalah 

Maximizer  

Focus 

Connectedness 

Input 

Consistency 

Responsibility 

Ideation


Dari hasil ini Annur merasa menjadi pribadi yang unik dan bersyukur menjadi diri sendiri serta tidak perlu Insecure.

Selain itu Annur sangat suka belajar hal baru. Selalu tertarik dan tertantang untuk menguasai suatu ilmu baru.


*Sadari perkembangan dirimu: sebagai seorang anak perempuan, Annur mengalami banyak perubahan dalam mengembangkan diri. Banyak kesempatan dan peluang yang di dapat. 

Salah satunya kesempatan menjadi diri sendiri dalam menentukan pekerjaan, berkarir dan berkarya lalu memiliki pilihan untuk menjadi seorang istri dan dilanjutkan menjadi seorang ibu rumah tangga.


Semua Annur jalani tanpa keterpaksaan. Seiring berlalu banyak ilmu tentang pernikahan dan pengasuhan anak yang Annur terima juga Annur praktikan.

Setelah sepakat dengan diri sendiri, tidak perlu mengikuti sama plek dengan yang dipelajari tapi modifikasi sesuai kebutuhan dan kesesuaian dalam keluarga.

*Sadari tempat tumbuhmu : dari sini Annur ingin bercerita bahwa Annur tumbuh dalam lingkungan yang berbeda-beda. Karena tidak selalu tinggal dengan orangtua. Dan tidak selalu di kota yang sama.

Maka Annur tumbuh dalam lingkungan yang multikultural.


***

Annur lahir dari seorang ibu yang memiliki background petani. Dengan sawah yang lumayan luas. Sehingga tidak perlu membeli beras. Karena cukup persediaan setelah panen. Dan sesekali Simbah Kakung menjadi nelayan untuk mencari ikan. Memenuhi kebutuhan protein keluarga. Petani dan nelayan di pesisir Utara.


Sementara ayah dari Annur dengan background yang berbeda. Kakek nya Annur dari ayah adalah seorang camat dan nenek seorang ibu rumah tangga yang aktif dalam kegiatan dinas.

Sementara keluarga besar kebanyakan adalah pedagang atau bisnisman, pelajar atau intelektual, selebihnya pekerja kantoran.


***

Annur bergabung dalam beberapa komunitas. Namun hanya beberapa saja yang membuat Annur nyaman. Yaitu HEbAT Community dan Ibu Profesional.


Mungkin karena sejalur dan sefrekuensi karena memang bunda Septi adalah pendirinya.


***

Annur kira, Annur memerlukan keberadaan ekosistem yang saling support satu sama lain.

Memerlukan negara yang mendukung para perempuan untuk terus berkarya dari dalam rumah.


Dan Annur berharap berhasil menjadikan Ibu Rumah Anak, gerakan yang Annur inisiasi menjadi sebuah wadah belajar bersama.

Bekal yang diperlukan dan support system yang diperlukan sudah Annur tulis di peta konsep. Selebihnya Annur butuh bekal ilmu-ilmu terkait parenting. Dan support system berupa kolaborasi dalam sinergi.


nah untuk sinergi, Annur memutuskan bergabung dengan grupnya mba Tia yang sudah ada beberapa orang lainnya juga. Karena terlambat, Annur ngikut saja sama alurnya.








Day 1

Sesi dengan mba Ara (Aku dan Diriku) : 

  • Menyadari bahwa diri ini terlahir dengan keunikan, memiliki orangtua yang unik dan lingkungan yang berbeda antara satu dengan lainnya.
  • Orangtua memahami bakat anak dan mengenalkan pada anaknya bahwa mereka memiliki kekuatan dalam dirinya.
  • Asset based thingking, melihat aset yang dimiliki dalam diri kita dan kekuatan itu dari perjalanan hidup yang ada saat ini,untuk menguatkan akarnya terlebih dahulu. Kita hidup di dunia ini dari orangtua, lingkungan, budaya dan kesempatan-kesempatan yang ada. Untuk bisa menumbuhkan akar dan daun-daun manfaat serta perubahan.
  • Learn to connect other people, belajar untuk mengenal orang lain untuk menjadi maestro, mentor dan guru dalam belajar suatu hal yang ingin dipelajari.
  • Jati diri tak melulu harus dicari, dia sebenarnya ada dalam pribadi yang seringkali luput yang telah bertahun-tahun hidup di dunia ini. jati diri perlu untuk dibangun, tanyakan kabar pada diri jangan cuma sekali dalam setahun. mari berdamai dan menenun keunikan-keunikan yang ada dalam diri kita menjadi what we want to be. Sebagai perempuan dengan pribadi yang unggul dengan aksi yang terus digarap dengan tekun.
Sesi dengan Mba Mawar (Aku dan Keluargaku)
  • Menyelaraskan perbedaan, memahami perbedaan laki-laki dan perempuan serta perbedaan anak-anak, komunikasi produktif (kalimat efektif, THINK before you TALK, listen more, know when to stop. I fell when you......
  • Mengenal diri kita sendiri, menggali memori dan trauma di masa lalu, journaling
  • Realita tak seindah harapan, Allah penulis skenario terbaik untuk kita belajar, work life balance: menyeimbangkan pekerjaan ayah dan ibu dalam pengasuhan, quality time seperti family project, saling membahagiakan, punya peta keluarga.
Sesi dengan Mba Alimah Fauzan (Aku dan komunitasku)
  • Percaya pada diri sendiri, berani memulai, 
  • menyusun agend harian, 1-3 bulanan dan tahunan.
  • dari kisah untuk dijadikan pembelajaran

day 2

Sesi dengan bu Mutiah Amini (Perempuan bergerak bidang sosbud)


Sesi dengan Bu Tri Mumpuni (Aku dan Negaraku)

Sesi dengan Ibu Guru kembar (bidang pendidikan)

Sesi dengan Ibu prapti utami (bidang kesehatan)


Day 3
Sesi dengan Ibu Septi dan Pak Dodik (Aku dan ekosistemku)

Sesi dengan Mba Liris (Bidang ekonomi)

*Lainnya insyaaAllah nanti di ketik lagi. Mau pake PC ternyata sinyal jelek. Ini pakai handphone.huhu

Jumat, 15 Desember 2023

Buddy Review Scale Up Impact



Bismillah..

Pagi ini menyempatkan diri membuka FBG Kampus Ibu Pembaharu. Mengecek apakah daftar Buddy sudah ready.. Karena semalem Annur cek belum ada.

Alhamdulillah menjelang siang, teh Dekan memberikan list Buddy. Dan ketemu nama mba Desi Aryanti dari IP Bogor. Dan memang Annur belum pernah berpasangan dengan beliau. Lanjut buka WA dan menghubungi mba Desi. Minta ijin untuk mereview sekaligus berkenalan. Karena jujur, Annur memang belum kenal meski sepertinya kita sudah berteman di facebook. Hehe..

Mba Desi, salam kenal ya. Senang sekali pada jurnal kali ini berpasangan denganmuu mbaa..

Annur mencoba membuka jurnal mba Desi yang dibuat melalui aplikasi Canva. Wow, masyaaAllah apiik banget.. keren.

Annur tadinya juga mau pakai Canva untuk jurnal Portofolionya. Tapi karena dari awal sudah di blog, juga karena sinyal tidak mendukung untuk pakai Canva. Seperti saat bikin video yang harus nyari sinyal dulu di kecamatan sebalah. hehe

Dan melanjutkan menulis jurnal scale up impact pakai blog lagi. Kurang cantik ya, tapi semoga bisa dipahami. Mau masukin gambar dan video aja susah bener. Tapi gapapa, kita berjuang di masing-masing tantangan untuk menyelesaikan perkuliahan ini. Ganbatte!

lanjuut.. Review dari Annur. Karena setahu Annur di Ibu Profesional itu gak ada evaluasi dan hanya memberikan Apresiasi. Maka review kali ini Annur hanya akan mengapresiasi.

Udah sampai sini loooh... Udah sejauh ini.. Ini keren banget ya kaan.. masih bertahan dan terus menjadi terdepan.

Kesan pertama saat melihat jurnal mba Desi, Ih kok keren!

selanjutnya melihat kumpulan jurnal yang sudah mba Desi buat. Di sana juga Annur membaca setiap aliran rasa mba Desi di setiap jurnalnya. Annur terhanyut dalam rangkaian kata-kata yang mba Desi tuliskan. 

Ada kumpulan buddy review yang sudah mba Desi tuliskan juga. Good job, selain jurnal yang lengkap sampai ke jurnal 8 (saat ini). Mba Desi juga memberikan review komplit untuk ke 7 Buddy nya. Huaaa.. keren mba! gak ada yang terlewat satupun.

Lanjut ada kumpulan badge dan bintang. Wuiiih keren banget. Dikumpulin semua loh :)

Punya Annur jadi koleksi di GDrive, hehehe.. InsyaaAllah ketika selesai nanti mau Annur satukan dengan semua koleksi bagdge jaman Matrikulasi, Bunda Sayang, Bunda Cekatan dan Bunda Produktif. Sama beberapa sertifikat dan daftar nama penerima beasiswa jaman Bunda Produktif dulu..hehe

Annur suka banget dengan cara mba Desi mendokumentasikan proses belajarnya. 

Dan selanjutnya ada 3 indikator kelulusan personal yang mba Desi buat.

  1. Mengerjakan jurnal sebaik-baiknya dan dokumentasi rapi. You did it mba :) 
  2. Membuat ebook kumpulan ide main. Berhasil membuat satu mini ebook, mba Desi merasa belum memenuhi syarat ini. Tapi kan sudah ada ebook mba. Artinya sudah membuat, kalau menurut Annur ini sudah oke mba :)
  3. Membangun Tim yang Solid. Mbaa.. kalau menurut Annur pengalaman pertama memang kadang gak semulus yang kita bayangkan. Tapi setidaknya mba Desi sudah mau mencoba. Annur ingat betul pengalaman Annur menjadi Leader di CH Apple Tree saat perkuliahan Bunda Produktif yang lalu. Gak cuma merasa belum pantas jadi leader, tapi Annur juga sampai nangis-nangis karena gak bisa mengatasi tahap adaptasi dan membangun chemistry atau membangun bonding antar satu dengan lainnya. Dan terjadi banyak gesekan yang sebenarnya bisa diselesaikan baik-baik. Tapi karena tidak mengenal betul masing-masing karakter anggota, maka Annur yang nangis sendiri jadinya (re:tantrum ala-ala). hehe
Alhamdulillah itu menjadi pengalaman berharga dan di tim yang sekarang Annur sangat-sangat bersyukur. Mau mencoba, belajar langsung dari pengalaman, InsyaaAllah kedepannya akan jadi lebih baik. Dan Annur percaya mba Desi mampu menjadi Leader yang menginspirasi :)

Event
waah.. lengkap juga 2 event yang sudah diikuti. Semoga ketemu di event KPI juga ya mbaa.. kita belajar bareng sama Narasumber yang masyaaAllah luar biasa. Biar menular juga di tim kita.

Changemaker Journey
Sudah keren dan oke banget nih mba video changemaker journey nya..

untuk keseluruhan, mba Desi udah keren bangeeet.. masyaaAllah. 

ini berapa kata keren ya yang Annur tulis dalam jurnal, hehe.


Sekian review dari Annur, Terimakasih mba Desi untuk insight positifnya. Terus melangkah dan jangan menyerah. 

إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا 

"Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."

Dan terus semangat meluaskan dampak positif, menciptakan solusi-solusi. Bermanfaat bagi dunia. Yuuk bersinergi bersama mba.. Semoga Allah meridhai kita :)


فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ

"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain."


Rabu, 13 Desember 2023

JURNAL BUNDA SALIHAH #2 Scale Up Impact

Bismillahirrahmanirrahim.

Ini adalah tugas terakhir di perkuliahan Bunda Salihah Batch #2. Annur kali ini gak akan curhat apapun untuk mengawali jurnal. Nanti curhatnya di wadah lainnya aja. hahaha





Karena pada jurnal kali ini ditugaskan untuk menceritakan perjalanan personal selama mengikuti perkuliahan Ibu Pembaharu dan bekerja dalam team.

Juga menetapkan indikator kelulusan untuk diri sendiri. Annur mau flashback dulu..

Berikut adalah sedikit alasan Annur membuat gerakan Ibu Rumah Anak.

Hubungan antara ibu dan anak dalam berkomunikasi sangat penting karena itu merupakan pondasi utama dalam perkembangan anak. Komunikasi yang terbuka, penuh kasih, dan sehat antara ibu dan anak memiliki beberapa manfaat penting:

1. Pembentukan Keterampilan Komunikasi: Interaksi antara ibu dan anak membantu anak memahami cara berkomunikasi yang efektif. Mereka belajar untuk menyampaikan ide, perasaan, dan kebutuhan mereka dengan jelas.

2. Pemahaman Emosi: Komunikasi yang baik membantu anak memahami dan mengelola emosi mereka dengan lebih baik. Ketika anak merasa didengar dan dipahami oleh ibu mereka, mereka cenderung lebih mampu mengungkapkan perasaan mereka dengan aman.

3. Pembentukan Hubungan yang Aman: Komunikasi yang baik membantu membangun hubungan yang kuat antara ibu dan anak. Ini menciptakan rasa kepercayaan dan kenyamanan sehingga anak merasa nyaman untuk membicarakan segala hal dengan ibunya.

4. Peningkatan Perkembangan Kognitif dan Sosial: Anak-anak yang memiliki komunikasi yang baik dengan ibu mereka cenderung memiliki perkembangan kognitif dan sosial yang lebih baik. Mereka belajar berpikir kritis, berempati, dan berinteraksi dengan orang lain.

5. Pengaruh pada Pembentukan Identitas: Komunikasi dengan ibu membantu anak memahami nilai-nilai, keyakinan, dan norma-norma yang penting dalam membentuk identitas mereka.

Hubungan komunikasi antara ibu dan anak membentuk pondasi yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Ini juga membantu anak untuk belajar, berinteraksi dengan lingkungan mereka, dan menjadi individu yang mandiri dan percaya diri di masa depan.

Annur pernah merasakan terluka saat orangtua memutuskan berpisah, sangat terluka oleh bebrapa perlakuan dan kata-kata orangtua di masa lalu. Dan pada awal-awal menjadi seorang istri lalu menjadi seorang ibu, luka itu semakin menjadi-jadi ditambah rasa belum siap untuk tinggal dengan orang baru (suami yang Annur belum kenal bagaimana karakter aslinya). Stress dan putus asa tentu saja mewarnai hari demi hari yang dilalui. Lalu pertanyaan pada diri sendiri itu tiba.

Bisakah aku mengubah keadaan ini? Aku harus keluar dari ketidaknyamanan ini!

Annur tidak ingin berlama-lama terjebak dalam kehidupan di masa lalu dan menambah luka di masa kini. Semua harus dibenahi, semua  perlahan harus di upayakan. Jika Annur tak mampu merubah, maka Annur kalah dan menyerah pada keadaan. Sementara Allah bilang "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri, dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (Q.S Ar-Rad: 11).

 So?

Annur akan berusaha keras dan semaksimal mungkin yang Annur bisa. Bismillah..

Bagaimana hubungan antara Ibu dan Luka Pengasuhan?

Istilah "ibu dan luka pengasuhan" mengacu pada konsep bahwa interaksi dan pengalaman dengan ibu atau figur pengasuh utama dapat mempengaruhi secara mendalam perkembangan emosional seseorang, bahkan hingga dewasa. Ide ini terkait dengan teori psikologi perkembangan dan menggambarkan bagaimana pengalaman masa kecil dengan ibu atau figur pengasuh dapat membentuk pola emosional dan perilaku di kemudian hari.

Luka pengasuhan terjadi ketika ada ketidaksempurnaan, kurangnya perhatian, atau pengalaman negatif dalam hubungan anak dengan ibu atau figur pengasuhnya. Ini bisa termasuk kekurangan perhatian, ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan emosional anak, pengabaian, atau bahkan bentuk-bentuk kekerasan fisik atau verbal. Luka-luka semacam itu dapat berdampak jangka panjang pada individu, mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan orang lain, mengelola emosi, dan membentuk hubungan di masa dewasa.

Penting untuk diingat bahwa pengalaman setiap individu berbeda-beda. Meskipun pengalaman masa kecil yang tidak sehat dapat berdampak besar, banyak faktor lain yang juga memainkan peran dalam perkembangan seseorang. Banyak individu yang mengalami pengalaman sulit dengan figur pengasuh mereka mampu mengatasi dampak negatifnya dengan bantuan terapi, dukungan sosial, dan berbagai strategi lainnya. Dengan ini jalan yang Annur tempuh adalah membuat suatu gerakan yang menjadi bagian dari dukungan sosial bagi seluruh ibu tanpa terkecuali. Setiap ibu berhak untuk lepas dari luka pengasuhan di masa kecilnya dan mulai mengasuh anaknya dengan suka cita.

Memahami konsep luka pengasuhan dapat membantu orang menyadari pentingnya perhatian dan kasih sayang yang diberikan kepada anak-anak. Selain itu, kesadaran akan dampaknya yang mendalam dapat mendorong upaya untuk memberikan lingkungan yang mendukung bagi perkembangan anak-anak, baik secara emosional maupun fisik.

Dan anak-anak berhak mendapatkan ibu yang memberikan dukungan terhadap pertumbuhan dan perkembangannya.

Setelah akar masalah ketemu, Annur mulai mendiskusikan beberapa hal pada semua anggota tim. Dan kami bersepakat untuk bertemu online. Kami melakukan zoom pertama serta membahas 5W+1H yang ternyata bisa berlapis-lapis. Jujur sebagai leader, Annur belajar banyak banget sama Bunda Noong tentang pendalaman permasalahan ini.

Beberapa catatan Annur dalam pengalaman menjadi seorang leader atau pemimpin tim. Menjadi pemimpin dalam tim pembaharu memerlukan kualitas kepemimpinan yang khusus. Berikut beberapa langkah yang mungkin bisa membantu dalam peran ini:

  • Visi yang Jelas: Sebagai pemimpin, penting untuk memiliki visi yang jelas tentang apa yang ingin dicapai oleh tim. Visi ini akan menjadi sumber inspirasi bagi anggota tim untuk bergerak maju.
  • Kemampuan Berkomunikasi: Komunikasi yang efektif adalah kunci. Jelaskan dengan jelas visi, tujuan, dan harapan kita kepada tim. Dengarkan juga masukan dan ide dari anggota tim.
  • Mendorong Inovasi dan Kreativitas: Tim pembaharu harus terbuka terhadap ide-ide baru. Dorong anggota tim untuk berpikir kreatif, mengusulkan solusi inovatif, dan berani mengambil risiko yang terukur.
  • Membangun Tim yang Kuat: Seorang pemimpin harus mampu memotivasi, menginspirasi, dan memfasilitasi kerja sama di antara anggota tim. Kenali kekuatan dan kelemahan masing-masing individu dan manfaatkan untuk kebaikan bersama.
  • Fleksibilitas dan Adaptabilitas: Di dunia yang terus berubah, pemimpin harus fleksibel dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Jika sebuah ide tidak berhasil, belajarlah dari kegagalan tersebut dan cari cara baru untuk maju.
  • Memberdayakan Anggota Tim: Beri anggota tim tanggung jawab yang sesuai dengan keahlian mereka. Berikan kepercayaan pada mereka untuk mengambil inisiatif dan bertindak sesuai visi bersama.
  • Mengelola Konflik: Konflik mungkin tak terhindarkan. Pemimpin yang baik adalah orang yang mampu mengelola konflik dengan adil dan membangun solusi yang menguntungkan semua pihak.
  • Jadi Contoh yang Baik: Tindakan lebih kuat daripada kata-kata. Tunjukkan komitmen kita pada visi dan nilai-nilai yang ingin kita ajarkan kepada tim melalui tindakan nyata.
  • Belajar dan Berkembang: Jangan pernah berhenti belajar. Pemimpin yang efektif terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka.
  • Berikan Pengakuan dan Apresiasi: Hargai kontribusi anggota tim. Ini tidak hanya meningkatkan semangat mereka tetapi juga membangun lingkungan kerja yang positif.


Menjadi pemimpin dalam tim pembaharu bukanlah perjalanan yang mudah, tetapi dengan komitmen pada pengembangan diri dan membimbing tim dengan visi yang kuat, kita dapat menciptakan perubahan yang signifikan dan menginspirasi orang lain. Bismillah ya, semoga dengan komitmen dan di dukung dengan konsistensi kita mampu membawa gerakan pembaharu yang kita rintis dari dalam rumah menjadi skala dunia.


Di kampus Ibu Pembaharu, Annur belajar mencari masalah lalu mencintainya. Setelah mencintai masalah, Annur diajak untuk mencari sumber masalah atau akar dari semua permasalahan itu. Setelah ketemu akarnya, maka mencari temen seperjuangan sepenanggunan sepernasiban. Lalu setelah ketemu, kami belajar untuk menjadi sebuah keluarga yang solid. Dan mulai memahami akar-akar permasalahan yang Annur kemukakan, lalu ketemulah satu jawaban. Setelah ketemu satu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang kami buat sendiri. Kami menetapkan Tujuan dan memetakan kekuatan yang kami miliki. Dan kami melakukan identifikasi aksi sebelum benar-benar beraksi. Setelah dirasa cukup untuk memulai, kami mulai berAKSI untuk menemukan solusi. Setelah aksi kami lakukan, kami melihat apa yang kurang dan apa yang bisa kami perbaiki. Setelah itu beraksi kembali dan terus berproses. Tak lupa kami memberi apresiAKSI yaitu apresiasi dengan aksi yang telah dilakukan. Sekecil apapun perubahan baik, InsyaaAllah akan menjadi perubahan besar pada masanya. Dan memang Aksi kami ini perlahan. Dengan tujuan semua ibu mampu untuk melakukan perubahan yang dari sedikit demi sedikit itu.

Untuk perjalanan lengkap sudah ada di blog ini semua, karena Annur selalu membuat Jurnal dan Buddy Revew di blog ini. Jadi lebih mudah di telusuri dari awal perjalanan dan prosesnya :)

Lalu apa indikator kelulusan yang Annur tetapkan untuk diri Annur sendiri?

  • Gerakan memiliki anggota tim
  • Memiliki teman bermain minimal 10 orang pada batch 1 (Alhamdulillah 14 ibu Hebat)
  • Memiliki 3 Aksi praktik bersama dalam rentang 30 Hari (Alhamdulillah on the way Aksi ke 3 pekan ini)
  • Belajar langsung dengan narasumber dan memberikan fasilitas FREE pada batch 1
  • Feeedback positif dari anggota tim dan Kulowarga Ibu Rumah Anak
Dari 5 indikator itu, Alhamdulillah semua sudah berjalan. Dan senangnya dapat feedback dari anggota tim bahwa ingin meluaskan manfaat setelah ini. Meski perkuliaahan di kampus Ibu Pembaharu sudah selesai. Kami akan tetap bergandengan tangan untuk mengembangkan Ibu Rumah Anak agar lebih meluas dampaknya dan memberikan solusi bagi setiap ibu yang membutuhkan.

sstt.. Bonusnya sekarang Annur lebih disayang anak-anak. Karena komunikasi kami memang seperti orang sedang bucin. Ha-ha-ha..
Gada marah-marah gak jelas, gak ada lagi intonasi naik atau sampe pita suara bengkak, dan gak ada lagi ancaman-ancaman atau gaya komunikasi otoriter dan permisif. Hmm,, setidaknya sudah minim yaa.. kalau masih keceplosan artinya memang masih tahap belajar dan menetapkan menjadi habbit.

i hope one day selembut umma Nussa Rara. hehehe


untuk website Ibu Rumah Anak

Untuk Video 3 menit

Untuk Video lengkap, ini belum Annur masukkan ke Channel Youtube Ibu Rumah Anak karena sinyal Annur sedang tidak baik. (Again, as always)

Ini video 3 menit yang udah di Kompress. Untuk kualitas yang lebih baik bisa klik, lihat dari link di atas.


E-Book Perdana Ibu Rumah Anak (Free)
dengan tema komunikasi ibu dan anak secara tradisional.

Menyukai sebuah mata pelajaran, karena emang suka atau karena gurunya?

 Hai.. Tulisan kedua untuk KLIP day 2 di bulan Maret ini, aku mau menceritakan sebuah ceritaku di masa lalu yang sangat berkesan untukku bah...