Rabu, 13 Desember 2023

JURNAL BUNDA SALIHAH #2 Scale Up Impact

Bismillahirrahmanirrahim.

Ini adalah tugas terakhir di perkuliahan Bunda Salihah Batch #2. Annur kali ini gak akan curhat apapun untuk mengawali jurnal. Nanti curhatnya di wadah lainnya aja. hahaha





Karena pada jurnal kali ini ditugaskan untuk menceritakan perjalanan personal selama mengikuti perkuliahan Ibu Pembaharu dan bekerja dalam team.

Juga menetapkan indikator kelulusan untuk diri sendiri. Annur mau flashback dulu..

Berikut adalah sedikit alasan Annur membuat gerakan Ibu Rumah Anak.

Hubungan antara ibu dan anak dalam berkomunikasi sangat penting karena itu merupakan pondasi utama dalam perkembangan anak. Komunikasi yang terbuka, penuh kasih, dan sehat antara ibu dan anak memiliki beberapa manfaat penting:

1. Pembentukan Keterampilan Komunikasi: Interaksi antara ibu dan anak membantu anak memahami cara berkomunikasi yang efektif. Mereka belajar untuk menyampaikan ide, perasaan, dan kebutuhan mereka dengan jelas.

2. Pemahaman Emosi: Komunikasi yang baik membantu anak memahami dan mengelola emosi mereka dengan lebih baik. Ketika anak merasa didengar dan dipahami oleh ibu mereka, mereka cenderung lebih mampu mengungkapkan perasaan mereka dengan aman.

3. Pembentukan Hubungan yang Aman: Komunikasi yang baik membantu membangun hubungan yang kuat antara ibu dan anak. Ini menciptakan rasa kepercayaan dan kenyamanan sehingga anak merasa nyaman untuk membicarakan segala hal dengan ibunya.

4. Peningkatan Perkembangan Kognitif dan Sosial: Anak-anak yang memiliki komunikasi yang baik dengan ibu mereka cenderung memiliki perkembangan kognitif dan sosial yang lebih baik. Mereka belajar berpikir kritis, berempati, dan berinteraksi dengan orang lain.

5. Pengaruh pada Pembentukan Identitas: Komunikasi dengan ibu membantu anak memahami nilai-nilai, keyakinan, dan norma-norma yang penting dalam membentuk identitas mereka.

Hubungan komunikasi antara ibu dan anak membentuk pondasi yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Ini juga membantu anak untuk belajar, berinteraksi dengan lingkungan mereka, dan menjadi individu yang mandiri dan percaya diri di masa depan.

Annur pernah merasakan terluka saat orangtua memutuskan berpisah, sangat terluka oleh bebrapa perlakuan dan kata-kata orangtua di masa lalu. Dan pada awal-awal menjadi seorang istri lalu menjadi seorang ibu, luka itu semakin menjadi-jadi ditambah rasa belum siap untuk tinggal dengan orang baru (suami yang Annur belum kenal bagaimana karakter aslinya). Stress dan putus asa tentu saja mewarnai hari demi hari yang dilalui. Lalu pertanyaan pada diri sendiri itu tiba.

Bisakah aku mengubah keadaan ini? Aku harus keluar dari ketidaknyamanan ini!

Annur tidak ingin berlama-lama terjebak dalam kehidupan di masa lalu dan menambah luka di masa kini. Semua harus dibenahi, semua  perlahan harus di upayakan. Jika Annur tak mampu merubah, maka Annur kalah dan menyerah pada keadaan. Sementara Allah bilang "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri, dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (Q.S Ar-Rad: 11).

 So?

Annur akan berusaha keras dan semaksimal mungkin yang Annur bisa. Bismillah..

Bagaimana hubungan antara Ibu dan Luka Pengasuhan?

Istilah "ibu dan luka pengasuhan" mengacu pada konsep bahwa interaksi dan pengalaman dengan ibu atau figur pengasuh utama dapat mempengaruhi secara mendalam perkembangan emosional seseorang, bahkan hingga dewasa. Ide ini terkait dengan teori psikologi perkembangan dan menggambarkan bagaimana pengalaman masa kecil dengan ibu atau figur pengasuh dapat membentuk pola emosional dan perilaku di kemudian hari.

Luka pengasuhan terjadi ketika ada ketidaksempurnaan, kurangnya perhatian, atau pengalaman negatif dalam hubungan anak dengan ibu atau figur pengasuhnya. Ini bisa termasuk kekurangan perhatian, ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan emosional anak, pengabaian, atau bahkan bentuk-bentuk kekerasan fisik atau verbal. Luka-luka semacam itu dapat berdampak jangka panjang pada individu, mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan orang lain, mengelola emosi, dan membentuk hubungan di masa dewasa.

Penting untuk diingat bahwa pengalaman setiap individu berbeda-beda. Meskipun pengalaman masa kecil yang tidak sehat dapat berdampak besar, banyak faktor lain yang juga memainkan peran dalam perkembangan seseorang. Banyak individu yang mengalami pengalaman sulit dengan figur pengasuh mereka mampu mengatasi dampak negatifnya dengan bantuan terapi, dukungan sosial, dan berbagai strategi lainnya. Dengan ini jalan yang Annur tempuh adalah membuat suatu gerakan yang menjadi bagian dari dukungan sosial bagi seluruh ibu tanpa terkecuali. Setiap ibu berhak untuk lepas dari luka pengasuhan di masa kecilnya dan mulai mengasuh anaknya dengan suka cita.

Memahami konsep luka pengasuhan dapat membantu orang menyadari pentingnya perhatian dan kasih sayang yang diberikan kepada anak-anak. Selain itu, kesadaran akan dampaknya yang mendalam dapat mendorong upaya untuk memberikan lingkungan yang mendukung bagi perkembangan anak-anak, baik secara emosional maupun fisik.

Dan anak-anak berhak mendapatkan ibu yang memberikan dukungan terhadap pertumbuhan dan perkembangannya.

Setelah akar masalah ketemu, Annur mulai mendiskusikan beberapa hal pada semua anggota tim. Dan kami bersepakat untuk bertemu online. Kami melakukan zoom pertama serta membahas 5W+1H yang ternyata bisa berlapis-lapis. Jujur sebagai leader, Annur belajar banyak banget sama Bunda Noong tentang pendalaman permasalahan ini.

Beberapa catatan Annur dalam pengalaman menjadi seorang leader atau pemimpin tim. Menjadi pemimpin dalam tim pembaharu memerlukan kualitas kepemimpinan yang khusus. Berikut beberapa langkah yang mungkin bisa membantu dalam peran ini:

  • Visi yang Jelas: Sebagai pemimpin, penting untuk memiliki visi yang jelas tentang apa yang ingin dicapai oleh tim. Visi ini akan menjadi sumber inspirasi bagi anggota tim untuk bergerak maju.
  • Kemampuan Berkomunikasi: Komunikasi yang efektif adalah kunci. Jelaskan dengan jelas visi, tujuan, dan harapan kita kepada tim. Dengarkan juga masukan dan ide dari anggota tim.
  • Mendorong Inovasi dan Kreativitas: Tim pembaharu harus terbuka terhadap ide-ide baru. Dorong anggota tim untuk berpikir kreatif, mengusulkan solusi inovatif, dan berani mengambil risiko yang terukur.
  • Membangun Tim yang Kuat: Seorang pemimpin harus mampu memotivasi, menginspirasi, dan memfasilitasi kerja sama di antara anggota tim. Kenali kekuatan dan kelemahan masing-masing individu dan manfaatkan untuk kebaikan bersama.
  • Fleksibilitas dan Adaptabilitas: Di dunia yang terus berubah, pemimpin harus fleksibel dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Jika sebuah ide tidak berhasil, belajarlah dari kegagalan tersebut dan cari cara baru untuk maju.
  • Memberdayakan Anggota Tim: Beri anggota tim tanggung jawab yang sesuai dengan keahlian mereka. Berikan kepercayaan pada mereka untuk mengambil inisiatif dan bertindak sesuai visi bersama.
  • Mengelola Konflik: Konflik mungkin tak terhindarkan. Pemimpin yang baik adalah orang yang mampu mengelola konflik dengan adil dan membangun solusi yang menguntungkan semua pihak.
  • Jadi Contoh yang Baik: Tindakan lebih kuat daripada kata-kata. Tunjukkan komitmen kita pada visi dan nilai-nilai yang ingin kita ajarkan kepada tim melalui tindakan nyata.
  • Belajar dan Berkembang: Jangan pernah berhenti belajar. Pemimpin yang efektif terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka.
  • Berikan Pengakuan dan Apresiasi: Hargai kontribusi anggota tim. Ini tidak hanya meningkatkan semangat mereka tetapi juga membangun lingkungan kerja yang positif.


Menjadi pemimpin dalam tim pembaharu bukanlah perjalanan yang mudah, tetapi dengan komitmen pada pengembangan diri dan membimbing tim dengan visi yang kuat, kita dapat menciptakan perubahan yang signifikan dan menginspirasi orang lain. Bismillah ya, semoga dengan komitmen dan di dukung dengan konsistensi kita mampu membawa gerakan pembaharu yang kita rintis dari dalam rumah menjadi skala dunia.


Di kampus Ibu Pembaharu, Annur belajar mencari masalah lalu mencintainya. Setelah mencintai masalah, Annur diajak untuk mencari sumber masalah atau akar dari semua permasalahan itu. Setelah ketemu akarnya, maka mencari temen seperjuangan sepenanggunan sepernasiban. Lalu setelah ketemu, kami belajar untuk menjadi sebuah keluarga yang solid. Dan mulai memahami akar-akar permasalahan yang Annur kemukakan, lalu ketemulah satu jawaban. Setelah ketemu satu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang kami buat sendiri. Kami menetapkan Tujuan dan memetakan kekuatan yang kami miliki. Dan kami melakukan identifikasi aksi sebelum benar-benar beraksi. Setelah dirasa cukup untuk memulai, kami mulai berAKSI untuk menemukan solusi. Setelah aksi kami lakukan, kami melihat apa yang kurang dan apa yang bisa kami perbaiki. Setelah itu beraksi kembali dan terus berproses. Tak lupa kami memberi apresiAKSI yaitu apresiasi dengan aksi yang telah dilakukan. Sekecil apapun perubahan baik, InsyaaAllah akan menjadi perubahan besar pada masanya. Dan memang Aksi kami ini perlahan. Dengan tujuan semua ibu mampu untuk melakukan perubahan yang dari sedikit demi sedikit itu.

Untuk perjalanan lengkap sudah ada di blog ini semua, karena Annur selalu membuat Jurnal dan Buddy Revew di blog ini. Jadi lebih mudah di telusuri dari awal perjalanan dan prosesnya :)

Lalu apa indikator kelulusan yang Annur tetapkan untuk diri Annur sendiri?

  • Gerakan memiliki anggota tim
  • Memiliki teman bermain minimal 10 orang pada batch 1 (Alhamdulillah 14 ibu Hebat)
  • Memiliki 3 Aksi praktik bersama dalam rentang 30 Hari (Alhamdulillah on the way Aksi ke 3 pekan ini)
  • Belajar langsung dengan narasumber dan memberikan fasilitas FREE pada batch 1
  • Feeedback positif dari anggota tim dan Kulowarga Ibu Rumah Anak
Dari 5 indikator itu, Alhamdulillah semua sudah berjalan. Dan senangnya dapat feedback dari anggota tim bahwa ingin meluaskan manfaat setelah ini. Meski perkuliaahan di kampus Ibu Pembaharu sudah selesai. Kami akan tetap bergandengan tangan untuk mengembangkan Ibu Rumah Anak agar lebih meluas dampaknya dan memberikan solusi bagi setiap ibu yang membutuhkan.

sstt.. Bonusnya sekarang Annur lebih disayang anak-anak. Karena komunikasi kami memang seperti orang sedang bucin. Ha-ha-ha..
Gada marah-marah gak jelas, gak ada lagi intonasi naik atau sampe pita suara bengkak, dan gak ada lagi ancaman-ancaman atau gaya komunikasi otoriter dan permisif. Hmm,, setidaknya sudah minim yaa.. kalau masih keceplosan artinya memang masih tahap belajar dan menetapkan menjadi habbit.

i hope one day selembut umma Nussa Rara. hehehe


untuk website Ibu Rumah Anak

Untuk Video 3 menit

Untuk Video lengkap, ini belum Annur masukkan ke Channel Youtube Ibu Rumah Anak karena sinyal Annur sedang tidak baik. (Again, as always)

Ini video 3 menit yang udah di Kompress. Untuk kualitas yang lebih baik bisa klik, lihat dari link di atas.


E-Book Perdana Ibu Rumah Anak (Free)
dengan tema komunikasi ibu dan anak secara tradisional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menyukai sebuah mata pelajaran, karena emang suka atau karena gurunya?

 Hai.. Tulisan kedua untuk KLIP day 2 di bulan Maret ini, aku mau menceritakan sebuah ceritaku di masa lalu yang sangat berkesan untukku bah...