Sabtu, 28 Oktober 2023

JURNAL BUNDA SALIHAH #2 Aksi Untuk Solusi *SAATNYA BERAKSI*

 Bismillahirrahmanirrahim.

Menulis ini diawali dengan curhat again. Ha-ha-ha..

Apa tantangan kali ini dalam proses ngejurnal? Ternyata lumayaaan menarik..

Dimulai dari kesehatan kami yang ambruk.. Annur dan anak-anak bergantian sakit, setelah Annur membaik justru anak-anak ping-pong an.

Ditambah kami dihadapkan dengan keadaan serba mendadak. Dimulai dari mendadak bayarin hutang orang, mendadak mudik, mendadak ada kejadian luar biasa di kerjaan suami. Seketika manajemen waktu kami, berantakan dan harus menjalani plan lainnya. Alhamdulillah Allah memberikan kekuatan untuk memiliki plan B, C, D dan seterusnya pada diriku untuk tegar menjalani segala ujian. 

Gak ada suatu kebetulan, karena kami mempercayai ini sebagai sebuah ujian untuk naik ke level selanjutnya. Dan justru karena hal ini, Annur semakin mengerti.. bahwa sesuatu yang ingin kita mahir di dalamnya, sesuatu yang ingin dipelajari, sesuatu yang ingin diterapkan dalam kehidupan. Tidak serta merta langsung berjalan sesuai keinginan.

Saat tercetus untuk memulai 'IBU RUMAH ANAK' ini. Annur paham bahwa akan ada ujian untuk bisa mempertahankan tujuan yang ingin dicapai. Karena tujuannya adalah hubungan ibu dan anak serta keluarga menjadi semakin membaik, semakin memiliki kedekatan, semakin memahami satu sama lain, semakin cinta dan menyayangi antar satu dan lainnya. Maka, ujiannya pun melibatkan hati dan rasa yang tak biasa.

Saat tiba-tiba di uji, harus memiliki kesadaran penuh bahwa ujian ini akan terlwati bersama-sama. Tanpa ada satu yang tertinggal maupun saling menyalahkan. Masing-masing harus saling mendukung dan membantu memecahkan soal yang ada di depan mata.

Bisa jadi ujian yang tidak kita sukai ini adalah jalan terbaik yang ditakdirkan oleh Allah pada kita untuk naik ke derajat yang lebih tinggi. Dimana tidak pernah terbayang dan terpikirkan sekalipun oleh kita.

Menciptakan hubungan yang baik di segala cuaca, segala suasana, segala tantangan ini sangat menarik. Karena ketika hubungan dengan anak terjalin baik, maka anak-anak gak akan rungsing ke ayahnya. Otomatis ini membuat ayahnya lebih nyaman saat berada di rumah. Hubungan ibu dan anak harmonis, hubungan anak dan ayah harmonis, selanjutnya hubungan ibu dengan ayah akan harmonis. Meski ujian sebesar apapun di depan mata, ayah dan ibu masih sempat untuk bermesra. Percaya gak? Kalau kita menjalaninya dengan ketenangan hati, mau se rungsing apapun masalah yang sedang menyapa tak akan membuat kita ikutan rungsing. (Arti kata rungsing menurut KBBI biasa digunakan saat kita memikirkan sesuatu yang belum tuntas. Atau jika dalam bahasa Sunda arti kata rungsing sendiri lebih ditujukan untuk anak kecil yang rewel.)

Sampai saat ini Alhamdulillah anak-anak sangat memahami apa yang sedang terjadi di keluarga ini. Tak banyak tingkah pun tak banyak permintaan, anak-anak malah semakin lekat dengan meminta kami orangtua mereka untuk bermain bersama.

***

Well, curhatnya udah dulu. Lanjut proses diskusi di Tim. Qodarullah memang belum sempat maksimal diskusi dikarenakan anggota tim merupakan ibu-ibu super sibuk. Hehe

Bunda Noong sedang ada kegiatan di Luar Negeri dan memang beliau pasti sibuk karena kegiatan yang padat. Sementara mba Fani adalah ASN yang berjuang keras membagi waktunya. Dan mba Nisa sedang mendampingi putranya yang lagi aktif banget.

Annur sendiri sedang dalam masa ujian, hehe. Antara manajemen waktu, manajemen hati pun manajemen keuangan yang lagi anget banget. 

Masing-masing dari kami biar menyelesaikan dulu tantangan internal, agar bisa berdampak baikke external. Bukankah kata pak Dodik bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu?

Ya, kami sedang bersungguh-sungguh menaklukan tantangan ini. Meski kadang ada perasaan kagum pada teman seperjuangan yang sangat melesat. But, bukan itu tujuan kami. Pelan perlahan pun tak mengapa. Asal tetap konsisten dalam membangun gerakan ini. Meski kadang yaa.. "Iiiih. kok keren banget sih mba X sudah sampai di tahap itu" "Wah, konten mba Z kok bagus banget sih" atau "Waoouw, mba Y ternyata udah punya gerakan sejak lama. Mantaab sekali ya". Hmm, mengapresiasi boleh, tapi jangan sampai menumbuhkan insecure pada diri. Sepakat?


Karena belum sempat diskusi mau pakai platform apa, kami masih memakai WAG untuk koordinasi. Misal nanti diperlukan aplikasi pendukung, kami memlilih discord sebagai aplikasi untuk digunakan.

Selain karena ringan dan mudah dipahami, discord itu mengingatkan dengan aplikasi mig33 atau mxit jaman baheula..hahaha. Annur masih SD, SMP deh waktu itu..

Nah, sebenarnya kan mulai Oktober ini kita gencarkan konten. Tapi... ternyata harus kita undur, dan sepertinya challenge 30 Hari itu juga akan kami undur dan kami modifikasi jadi 10,20,30 hari. 

Nevermind, tak sesuai rencana tak apaa..

Kan slogannya Keluargaku, Prioritasku. Yang paling diutamakan, yang paling urgent. Daaan.. Kami berusaha untuk tetap bergerak meski perlahan, karena sekecil apapun gerakan yang dilakukan itu lebih baik daripada hanya berdiam bukan?

Annur share link template dulu yaa..

belum selesai di bahas, tapi paling tidak sudah ada hasilnya.

buka disini untuk updatenya lagi.






Segitu dulu ya yang Annur tuliskan. Bismillah.. semoga Allah mudahkan segala niat baik yang ada. Bakat activator gak di deretan atas ini sungguh kadang selalu mendelay delay ide dan gagasan yang telah menumpuk di pikiran.

Berjuang saja dulu, pemula tak apa, perintis tak boleh hanya meringis, tetap berprasangka baik bahwa akan ada hasil terbaiiik terbaiiik teeerrrbaaaikkk..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menyukai sebuah mata pelajaran, karena emang suka atau karena gurunya?

 Hai.. Tulisan kedua untuk KLIP day 2 di bulan Maret ini, aku mau menceritakan sebuah ceritaku di masa lalu yang sangat berkesan untukku bah...