Jumat, 29 Desember 2023

JURNAL Event Konferensi Perempuan Indonesia 2023

 Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah telah selesai ikut konferensi Perempuan Indonesia.

Salah satu tugasnya adalah membuat peta konsep.


Berikut peta konsep yang telah Annur buat.

Dimulai dari Golden Rules. Annur masih menggunakan sama seperti peta konsep di Bunda Salihah.

Lillah, Fillah, Billah.

Untuk saat ini Annur hanya memikirkan kebermanfaatan diri dalam menggapai Ridha Allah. Tujuannya juga untuk ibadah semata pada Allah.


Dan gerakan yang Annur lakukan, semata ingin mendapatkan berkah dari Allah.

Start

Kenali dirimu : kalau dalam TM 7 bakat teratas Annur adalah 

Maximizer  

Focus 

Connectedness 

Input 

Consistency 

Responsibility 

Ideation


Dari hasil ini Annur merasa menjadi pribadi yang unik dan bersyukur menjadi diri sendiri serta tidak perlu Insecure.

Selain itu Annur sangat suka belajar hal baru. Selalu tertarik dan tertantang untuk menguasai suatu ilmu baru.


*Sadari perkembangan dirimu: sebagai seorang anak perempuan, Annur mengalami banyak perubahan dalam mengembangkan diri. Banyak kesempatan dan peluang yang di dapat. 

Salah satunya kesempatan menjadi diri sendiri dalam menentukan pekerjaan, berkarir dan berkarya lalu memiliki pilihan untuk menjadi seorang istri dan dilanjutkan menjadi seorang ibu rumah tangga.


Semua Annur jalani tanpa keterpaksaan. Seiring berlalu banyak ilmu tentang pernikahan dan pengasuhan anak yang Annur terima juga Annur praktikan.

Setelah sepakat dengan diri sendiri, tidak perlu mengikuti sama plek dengan yang dipelajari tapi modifikasi sesuai kebutuhan dan kesesuaian dalam keluarga.

*Sadari tempat tumbuhmu : dari sini Annur ingin bercerita bahwa Annur tumbuh dalam lingkungan yang berbeda-beda. Karena tidak selalu tinggal dengan orangtua. Dan tidak selalu di kota yang sama.

Maka Annur tumbuh dalam lingkungan yang multikultural.


***

Annur lahir dari seorang ibu yang memiliki background petani. Dengan sawah yang lumayan luas. Sehingga tidak perlu membeli beras. Karena cukup persediaan setelah panen. Dan sesekali Simbah Kakung menjadi nelayan untuk mencari ikan. Memenuhi kebutuhan protein keluarga. Petani dan nelayan di pesisir Utara.


Sementara ayah dari Annur dengan background yang berbeda. Kakek nya Annur dari ayah adalah seorang camat dan nenek seorang ibu rumah tangga yang aktif dalam kegiatan dinas.

Sementara keluarga besar kebanyakan adalah pedagang atau bisnisman, pelajar atau intelektual, selebihnya pekerja kantoran.


***

Annur bergabung dalam beberapa komunitas. Namun hanya beberapa saja yang membuat Annur nyaman. Yaitu HEbAT Community dan Ibu Profesional.


Mungkin karena sejalur dan sefrekuensi karena memang bunda Septi adalah pendirinya.


***

Annur kira, Annur memerlukan keberadaan ekosistem yang saling support satu sama lain.

Memerlukan negara yang mendukung para perempuan untuk terus berkarya dari dalam rumah.


Dan Annur berharap berhasil menjadikan Ibu Rumah Anak, gerakan yang Annur inisiasi menjadi sebuah wadah belajar bersama.

Bekal yang diperlukan dan support system yang diperlukan sudah Annur tulis di peta konsep. Selebihnya Annur butuh bekal ilmu-ilmu terkait parenting. Dan support system berupa kolaborasi dalam sinergi.


nah untuk sinergi, Annur memutuskan bergabung dengan grupnya mba Tia yang sudah ada beberapa orang lainnya juga. Karena terlambat, Annur ngikut saja sama alurnya.








Day 1

Sesi dengan mba Ara (Aku dan Diriku) : 

  • Menyadari bahwa diri ini terlahir dengan keunikan, memiliki orangtua yang unik dan lingkungan yang berbeda antara satu dengan lainnya.
  • Orangtua memahami bakat anak dan mengenalkan pada anaknya bahwa mereka memiliki kekuatan dalam dirinya.
  • Asset based thingking, melihat aset yang dimiliki dalam diri kita dan kekuatan itu dari perjalanan hidup yang ada saat ini,untuk menguatkan akarnya terlebih dahulu. Kita hidup di dunia ini dari orangtua, lingkungan, budaya dan kesempatan-kesempatan yang ada. Untuk bisa menumbuhkan akar dan daun-daun manfaat serta perubahan.
  • Learn to connect other people, belajar untuk mengenal orang lain untuk menjadi maestro, mentor dan guru dalam belajar suatu hal yang ingin dipelajari.
  • Jati diri tak melulu harus dicari, dia sebenarnya ada dalam pribadi yang seringkali luput yang telah bertahun-tahun hidup di dunia ini. jati diri perlu untuk dibangun, tanyakan kabar pada diri jangan cuma sekali dalam setahun. mari berdamai dan menenun keunikan-keunikan yang ada dalam diri kita menjadi what we want to be. Sebagai perempuan dengan pribadi yang unggul dengan aksi yang terus digarap dengan tekun.
Sesi dengan Mba Mawar (Aku dan Keluargaku)
  • Menyelaraskan perbedaan, memahami perbedaan laki-laki dan perempuan serta perbedaan anak-anak, komunikasi produktif (kalimat efektif, THINK before you TALK, listen more, know when to stop. I fell when you......
  • Mengenal diri kita sendiri, menggali memori dan trauma di masa lalu, journaling
  • Realita tak seindah harapan, Allah penulis skenario terbaik untuk kita belajar, work life balance: menyeimbangkan pekerjaan ayah dan ibu dalam pengasuhan, quality time seperti family project, saling membahagiakan, punya peta keluarga.
Sesi dengan Mba Alimah Fauzan (Aku dan komunitasku)
  • Percaya pada diri sendiri, berani memulai, 
  • menyusun agend harian, 1-3 bulanan dan tahunan.
  • dari kisah untuk dijadikan pembelajaran

day 2

Sesi dengan bu Mutiah Amini (Perempuan bergerak bidang sosbud)


Sesi dengan Bu Tri Mumpuni (Aku dan Negaraku)

Sesi dengan Ibu Guru kembar (bidang pendidikan)

Sesi dengan Ibu prapti utami (bidang kesehatan)


Day 3
Sesi dengan Ibu Septi dan Pak Dodik (Aku dan ekosistemku)

Sesi dengan Mba Liris (Bidang ekonomi)

*Lainnya insyaaAllah nanti di ketik lagi. Mau pake PC ternyata sinyal jelek. Ini pakai handphone.huhu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menyukai sebuah mata pelajaran, karena emang suka atau karena gurunya?

 Hai.. Tulisan kedua untuk KLIP day 2 di bulan Maret ini, aku mau menceritakan sebuah ceritaku di masa lalu yang sangat berkesan untukku bah...