Rabu, 14 April 2021

Jurnal Kepompong : Puasa Pekan Pertama

 Assalamu'alaikum

Wow, pekan ke sembilan gaes.. kok berasa cepet banget yak ;)

Oke, sudah satu pekan kami dapat tantangan buat berpuasa. Selain puasa pekanan juga ada tantangan 30 hari. Jadi kita puasa pekanan untuk tidak merasa lapar lagi, karena saat di tahap ulat-ulat kia sudah terlalu banyak makan. Nah, di tahap ini kami menjadi kepompong dan hanya makan dari makanan dan potluck yang sudah kami bawa sebagai bekal puasa. Lalu tantangan 30 hari ini untuk memperkuat, menguji komitmen dan konsistensi kita terhadap ilmu yang kita pelajari.


Annur memutuskan untuk puasa hati, menjaga dari semua aliran negatif yang dapat merusak hati. Menguji konsistensi Annur dalam memahami sudut pandang yang berbeda, tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu jika belum tuntas, untuk berprasangka baik terhadapNya juga pada pasangan, anak, keluarga dan siapapun yang sedang menjalin komunikasi dengan Annur. 

Dengan beberapa penilaian yang Annur berikan atas tantangan ini.

EXCELLENT : Jika seharian itu hati Annur diatas 90% merasakan bahagia, tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu sebelum tahu kebenarannya, tahu alasan dan hikmah yang terjadi di hari itu, berpikir jernih dan jujur terhadap perasaan sendiri tanpa membohongi diri agar terlihat baik (cara ini Annur gunakan untuk menurunkan standar sebagai orang yang maximizer agar tidak ada beban), anak-anak bahagia dan terbuka pada Annur (Ini menjadi kekuatan tersendiri buat Annur)

VERY GOOD : Segera sadar atas apa yang sedang terjadi, segera membenahi diri, tidak fokus pada hasil tapi fokus pada apa yang sedang diupayakan. Dan apapun yang terjadi di hari itu tak membuat Annur berubah atau merubah kebaikan.

SATISFACTORY : Tak mengapa lepas kendali jika masih di batas normal dan tidak melanggar kesepakatan. Maksudnya, disini Annur tetap menjalankan tantangan untuk puasa hati agar tidak mengarah pada penyakit hati. Walau perasaan berubah dan mood swing tapi tetap bisa mengendalikan diri dan hasil akhir di hari itu tidak menyakiti siapapun yang sedang dekat dengan Annur terkhusus anak-anak, agar tidak mencederai fitrah dan hati mereka.

NEED IMPROVEMENT : Hilang kendali atas hati, tidak mau tahu lagi dengan tantangan dan puasa yang dijalani, tidak ingin memperbaiki hari, lari atau mengalihkan diri dari kenyataan dengan hal-hal yang menguntungkan pribadi seperti main sosmed sendiri, nonton film sendiri, main game sendiri, baca buku sendiri tanpa mau di ganggu dan lain-lainnya yang lepas dari keinginan menjaga hati dengan cara tetap bersama dan mengambil hikmah yang ada.


Dan ini cerita singkat tentang tantangan sepekan kemarin yang sudah Annur kerjakan.

Day 1 : Annur merasa bahagia bisa melakukan kegiatan sesuai jadwal, membiarkan suami istirahat dan memiliki agenda sendiri, ikut kelas offline bahasa arab dianter suami, menemani anak-anak bermain dan belajar, lalu kami banyak berkegiatan bersama setelah suami medical check up. Hari pertama excellent, Annur menjalani hari ini dengan bahagia dan tidak membiarkan hati untuk bertemu dengan aliran negatif.

Day 2 : Annur hampir terpengaruh untuk greget karena rengekan di saat Annur lagi menghandle customer yang complain karena dia pakai krim ber HQ dan setelah pakai krim dari dr. Ferihana belum ada perubahan yang berarti. Ya karena efek krim HQ saja udah mengkhawatirkan di kulit. Annur tersadar untuk mengerem diri, meletakkan hanphone dan mulai memperhatikan anak-anak lagi, menemani mereka bermain. Dan itu menyenangkan. Hari kedua ini Very Good, karena sempat ada rasa sebal dan Annur sadar itu tidak baik.

Day 3 : Annur banyak komunikasi dengan pasangan di hari ini. Si pak suami sharing tentang sesuatu dan kami akhirnya lanjut berdiskusi. Dan diskusinya gak anteng gitu, jangan bayangkan kami itu kalau diskusi sambil dinner asyik di resto, ngobrol cantik di teras sambil nyeruput kopi atau teh, hahaa. Itu kok jarang kami lakukan. Karena kami berdiskusi biasanya di dapur sambil ngulek lombok, bawang terus ngupas sayur atau nyuci piring yang satunya nyuci baju di kamar mandi, beberes kamar dan lain-lain. hahaha. Dan ini Excellent!

Day 4 : Annur di pagi hari curhat ke suami, wkwkwk. Mengeluarkan isi hati, ini sering Annur lakukan saat gak tau lagi mau ngomong apa ke suami tentang yang Annur inginkan. Bukan menuntutnya cuma ingin dia dan kita sekeluarga selamat sampai ke tujuan a.k.a Jannah. Ingin dia lebih fokus dan serius dengan keluarga, dengan misi visi pernikahan kita. Cita-cita keluarga kita, pun ingin mewujudkan keinginan serta harapan orangtua kita. Sambil nangis bombay pun udah biasa, Annur gak merasa perlu gengsi nangis di depan dia, kalau bicara dari hati ya ngalir aja. Urusan dia berubah atau tidak itu hak mutlak Allah. Tapi Annur sangat menghargai keterbukaan, kejujuran dalam pernikahan. Jadi Annur akan sampaikan apapun dengan jujur pun juga ingin tau dari sudut pandangnya apa yang sebenarnya dia inginkan dan rasakan. Dalam pernikahan ini sangat penting untuk Annur, agar kami tak saling menyakiti dalam diam. Lebih baik bicarakan dengan hati dan dari hati agar diterima di hati. Yes, Excellent!

Day 5 : Annur gak sengaja melihat video yang menyebalkan di pagi hari, padahal kan sudah tau kalau pagi hari jangan sampai buka medsos terlalu lama dan melihat sesuatu yang akan merubah mood seharian. Apalagi Annur baca juga tentang childfree, astaghfirullah tambahlah Annur jengkel. Sampai anak-anak berebut terus nangis salah satu, berantakin rumah sampai ada yang tumpah jadi kotor, dan hal-hal lainnya yang Annur gak suka. Apalagi Aghnia yang menguji kesabaran, subhanallah. Akhirnya Annur manggil Aghnia dan Afa pakai suara dengan nada tinggi. Aghnia yang gak bisa terima dipanggil dengan kayak gitu langsung nangis, merasa emaknya marahin dia. Tapi gak lama dari itu Annur memeluk mereka setelah butuh waktu buat istighfar dan meyakinkan diri inilah tantangan itu. Anak-anak pun mengeluarkan apa yang mereka rasakan dan berjanji gak akan seperti itu lagi, mereka tau kalau yang mereka lakukan membuat Annur gak suka. Malam harinya kami malah ngakak bareng-bareng karena bermain dan kami sangat senang bermain bersama. No gadget dan banyak bermain. Membaca buku lalu bersih-bersih dan tidur. Satisfactory tentunya :)

Day 6 : Annur gak banyak tantangan di hari ini karena suami libur kerja, dan hari ini adalah malam menyambut bulan Ramadhan. Jadi setelah agenda kami bebersih rumah kami persiapan buat shalat tarawih perdana setelah tahun kemarin absen karena masjid ditutup dan gak boleh shalat berjamaah. Yeay, Excellent! Hari ini family time yang berkualitass❤

Day 7 :  Annur mencoba menilai dari sisi lain tentang mukena ibu-ibu yang bervariasi. Jadi teringat tentang masa kecil dulu, sering mengamati hal ini. Dan Annur bersyukur termasuk orang yang biasa aja dari kecil tentang mukena. Apalagi setelah tau kalau mukena bukan hal yang wajib untuk dipakai shalat. Yang penting kalau punya mukena mau dipakai shalat itu bersih dan suci dari najis, udah gitu aja. Mau gimana bentuknya itu nomer kesekian. Hmm, dan jangan pakai mukena yang mencuri perhatian takut tabarruj, tapi kita tetap berprasangka baik pada mereka yang suka dengan mukena ala-ala baju india misalnya banyak aksesories dan berwarna-warni siapa tau mereka belum tau kan :). Hari ini excellent apalagi dapet bonus  disayang suami, hahaha (dimasakin maksudnya) :D

 

udah deh gitu itu cerita singkat sepekan Annur menjalani tantangan di pekan ke sembilan. Lumayan juga nulis ini, Alhamdulillah anak-anak support gak begitu rewweeel liat emak main notebook  :D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menyukai sebuah mata pelajaran, karena emang suka atau karena gurunya?

 Hai.. Tulisan kedua untuk KLIP day 2 di bulan Maret ini, aku mau menceritakan sebuah ceritaku di masa lalu yang sangat berkesan untukku bah...