Kamis, 27 Mei 2021

JURNAL KEPOMPONG : PUASA PEKAN KEEMPAT

 Bismilllahirrahmanirrahim

Alhamdulillah puasa pekan keempat tahap kepompong pun selesai, namun tetap Annur ingin melanjutkannya. Karena ternyata empat pekan belum membuahkan hasil yang diinginkan.

Tapi empat pekan ini selalu memiliki arti, contohnya di pekan keempat ini Annur belajar arti kesungguhan. Jika saja teori telah kita lumat habis hingga hafal di luar kepala, maka saatnya menguji kesungguhannya dengan menjalani peristiwa yang ada. 

Saat berkumpul dengan ibu dan adik-adik selama seminggu di rumah ini, biidznillah kami bisa berkumpul tahun ini. Setelah dua tahun gak berkumpul karena jadwal dan keadaan yang kurang pas. Alhamdulillah tahun ini kami berkumpul. Meskipun rumah Annur dan suami tidak terlalu besar, Alhamdulillah kami bisa berkumpul disini. Ibu, empat adek, dua adek ipar dan empat keponakan.

Rasanya? tentu saja menggembirakan. Semua berkumpul dan kami bisa berinteraksi langsung. Tentu berbeda dong ya antara ketemu online sama offline. Kami bisa becandaan, dan yang paling menggembirakan adalah kami bisa makan dari masakan ibu kami. Masakan yang selalu kami rindukan, hmm.. khususnya Annur dan kedua adik Annur yang memang sudah berumah tangga dan gak tinggal bareng ibu. Kalau kedua adik lainnya masih tinggal bareng ibu.

Nah, tantangannya saat ketemu adalah BAPER :D

Jadi ada kejadian dimana anak-anak alias cucunya ibu, mereka makan buah naga. Nah, sama ibu tuh buah naganya gak dibagi sesuai jumlah anak. Pengennya ibu anak-anak itu berbagi gitu, makan barengan. Yang namanya bocah cilik ego centric nya masih tinggi pada ribut tuh. Hahaha..

Lalu Annur mencoba menjelaskan tentang ego centric, di dukung sama adek-adek lainnya. Kayaknya ibu agak baper,hehe. Padahal ya, Annur njelasinnya juga kalem. Nah, waktu malam sebelum tidur Annur cerewetin adek-adek tuh,hahaha. Soalnya rumahnya berantakan. Asli yang satu ini gak bisa Annur tahan. Soalnya Annur kan alergi debu, nah kalau berantakan aja gapapa. soalnya ini kotor. Jadilah Annur cerewet. Malah ibu akhirnya nyindir, wkwkwkw. Katanya Annur tuh kerjanya marah-marah aja. haha

Awalnya Annur mau jelasin, tapi malah tak bikin guyon ajalah ya. Annur bilang kalau kritik aja dibilang marah gimana kalau Annur beneran marah ya? hahaha..

Adek-adek sih sudah memaklumi ini, dan setelah itu ternyata ada konflik eh apa ya namanya, semacam gesekan lagi. Becanda yang diseriusin, ini sih bukan Annur tapi adek Annur yang cewek. Dia emang belum selesai dengan dirinya. dan masih proses sih..

Jadi, dia di becandain sama masnya dan adek-adeknya. Tapi masuk ke hatinya, itu juga karena hal sepele sih. Dia lapar, hahaha..

Setelah itu jadi tugasnya Annur buat mengurai apa yang terjadi. Awalnya dia ngambek minta jemput suaminya buat pulang, pada akhirnya gak jadi karena Annur gak suka ngeliat sikap yang lari dari sebuah kesalahpahaman. Malam itu kami selesaikan, dan Alhamdulillah gak berlarut-larut.

Di pekan keempat ini, Annur merenungkan tentang keluarga. Kedekatan hati kami seberapa dekat? Apakah kami termasuk keluarga yang memiliki hubungan yang sehat atau tidak.

Manajemen hati dalam lingkup keluarga besar itu ternyata butuh effort yang lebih juga..

Annur bersyukur setidaknya puasa pekan keempat ini Annur berhasil untuk mengambil hikmah suatu kejadian. Dan ini makin membuat Annur bersyukur lahir di keluarga yang beragam.

Puasa pekan keempat aslinya bareng puasa qodho yang Annur kerjain sih, cerita di atas annur masukkan buat tambahan jurnal harian aja, soalnya tantangan 30 hari kan udah selesai haha.

Pekan keempat sibuk sama anak-anak, rumah dan cucian. sloow sloow :D



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menyukai sebuah mata pelajaran, karena emang suka atau karena gurunya?

 Hai.. Tulisan kedua untuk KLIP day 2 di bulan Maret ini, aku mau menceritakan sebuah ceritaku di masa lalu yang sangat berkesan untukku bah...