Sabtu, 19 Agustus 2023

JURNAL BUNDA SALIHAH #2 Understanding Your Problem

 Bismillahirrahmanirrahim

Masyaa Allah pekan ini adalah pekan paling bikin gemes sejauh ini. Penuh kejutaaan beeb..

Karena Annur tuh udah mulai kelas bahasa Arab offline, jadi waktu hari Senin dan Selasa tuh terbagi gitu waktunya. hahaha

Hadir dan mengikuti diskusi tapi gak mindfull. 

Lalu, butuh waktu lagi buat mencerna diskusi dan materi. Jadi lengkaplah satu pekan pertama gak nyicil jurnal, gak nyicil menghubungi tim. Barulah hari ahad, tanggal 13 Agustus 2023 Annur floorkan semua ke chat WAG Tim. Yang membuat Bunda Noong jadi bingung karena tiba-tiba banyak chat. hehehe

Maafkan Annur ya bundaaa.. Setelah diskusi beberapa waktu.  Dan dapatlah kesepakatan untuk meeting zoom di hari Jumat malam ba'da Isya. 

Lalu setelah itu ada pengumuman Questival Kemerdekaan yang Annur telat banget taunya. hahaha.. Karena baru tau setelah info masuk ke regional. Alhamdulillah bisa daftar meski harus perang sama sinyal.

Bener-bener kejutan yang membuat bahagiaaaa.. wkwkkw

Day 1 gak keburu untuk membuatnya satu tim. Jadi Annur buat dulu yang Annur bisa buat. As a leader diriku kudu maju lebih dulu kan yee..

Nah, ternyata anggota tim lagi sibuk. Maklum weekdays beb..

Annur gak mau maksa untuk mengikuti challengenya. Namun, tetap Annur sampaikan challenge tiap harinya. Dan Alhamdulillah meski gak mengikuti semua, tapi tetep ada interaksi.

Annur merasa di tim ini nyaman banget, kita bisa diskusi yang memang penting aja. Serta tahu kapan mesti diskusi, sekalinya diskusi langsung clear. Alhamdulillah Allah mudahkan.

Annur Sampai bingung mau berkata-kata seperti apa di Jurnal kali ini, karena masih speechless dengan diskusi barusan. Pemaparan bunda Noong sebagai konselor dan therapis juga menyertakan studi kasus pada klien beliau. Sehingga kami ada gambaran tentang dampak luka pengasuhan. Dan bagaimana gerakan yang mesti kami lakukan untuk meminimalisir itu di kemudian hari.


Jum'at pun tiba.

Setelah pagi sampai siang hectic sama anak-anak sekolah. Lalu sore hari berubah jadi tukang potong rambut buat anak laki-laki dan suami. Hahaha.. Annur sejak pandemi buka barbershop di rumah. Dan nambah job jadi tukang potong rambut pribadi buat anak dan suami. Alhamdulillah yaa.. nambah skill 😂


Setelah itu harus membeli kebutuhan dapur di kecamatan sebelah. Sepulang dari beli beli kebutuhan, Annur ngebut bikin slide untuk pembahasan malam nanti. Berasa di kejar setoran.. ha-ha-ha

Menggunakan kekuatan zuper kilatzz. Sat set langsung jadiii.. siap deh kita diskusi.

Sayangnya beberapa anggota tim tidak tepat waktu karena memang ada keperluan yang urgent (re:momong anak)

Annur pun minta bantuan suami buat handle anak. Kita bagi tugas, bawa satu satu anak. Karena kalau barengan otomatis ada gesekan, entah rebutan apaa.. atau debat apaa.. wkwkkw

Nanti Annur ga bisa mindfull dong pas zoom. Jadi meminta bantuan suami ini wajib dilakukan.

Saat sesi zoom di mulai, bunda Noong sudah hadir. Menunggu teman-teman untuk hadir juga. Alhamdulillah bisa hadir semua. Mba Nisa dan mba Fani juga ikut menyimak.

Kami benar-benar menyelami masalah yang ada. Alhamdulillah sesi menyelami masalah ini selain mencari rujukan artikel, kami sudah memiliki Bunda Noong sebagai tim ahli. Beliau sudah berpengalaman dan memiliki sebuah lembaga training and consulting . Sungguh Annur bersyukur sama Allah karena dipertemukan dengan beliau.

Dari sekian banyak pertanyaan dadakan saat diskusi, Annur hanya mampu menulis masing-masing 3 pertanyaan untuk 1 kata tanya. hehe

Karena diskusi nya ini ngalir dan nyambung. Kita jadi semakin tertarik untuk menggali lagi dan lagi sampai ke akarnya.

Sayangnya Annur ga pakai zoom pro, jadi tiap 30 menit sekali mesti nyambung lagi. Huhu

Terus storage PC Annur tuh udah full. Jadi ga bisa ngerecord seluruhnya. Tapi ada beberapa yang Annur record. Dan bisa teman-teman simak di https://drive.google.com/drive/folders/1kb5ZZfMc6nei7jfQaddIuNJEcJXVBr9y


Karena zoom nya basic, jadilah terjeda jedaaa..

Dan bunda Noong menyarankan sewa di shop** seharian cuma 10k. Waaah.. info penting ini. wkwkwk 

Semoga next time bisa kita coba lagiii. 

Berikut pertanyaan dan ringkasan jawaban yang sempat tercatat.

WHAT

1. Apa penyebab seorang ibu tidak sengaja mengalami pola parenting seperti ibunya di masa lalu? seperti dejavu.

*Teori belajar sosial karena melihat mendengar , merasakan. ibu menjadi model, meskipun kita gak suka dan tidak setuju, tapi tanpa disadari masuk ke alam bawah sadar kita. 
Berdampak ke emosi dan perilaku, melakukan sesuatu yang dilakukan ibu. 
Namun ada juga yang positif, sama seperti ibu.
Membenci sikap ibu terus menerus dapat membuat kita menjadi seperti ibu kita.
Apalagi jika pengasuhan dilakukan oleh banyak orang, tentu akan mempengaruhi pola pengasuhan.
 yang pernah dialami di masa lalu membentuk perilaku di masa kini.

2. Apa penyebab seorang anak merasa jauh dari ibunya?

* Bisa bermakna psikologis maupun fisik. jika ada long distance relationship bisa memanfaatkan teknologi dengan sering disapa, tidak akan berjarak jika terus diberi perhatian. Tapi bisa jadi serumah,  namun tidak pernah berkomunikasi. 

Kelekatan yang diikuti pengasuhan proposional. Karena kelekatan tidak serta merta terjadi begitu saja, diimbangi dengan interaksi yang sehat.


3. Apa ada bentuk interaksi khusus yang bisa mendekatkan ibu dan anak?

*komunikasi, yang mudah tersampaikan lewat bahasa cinta. ada 5 bahasa cinta. kalau anak masih kecil bisa dengan apa yang disukai. perbaiki atmosfer keluarga. jika sudah dibiasakan dari kecil akan terbiasa sampai besar karena sudah merasa cukup di dalam rumah, intern dengan keluarganya saja. jangan sampai kosong tangki cintanya. kalau ayahnya mencukupi, anak perempuan tidak akan mencari perhatian dan menerima perhatian laki-laki di luar sana.


WHERE

1. Dimana seorang anak bisa merasa nyaman bercerita?

*Di rumah, jika tangki cintanya sudah terpenuhi. Sudah merasa aman dan nyaman untuk bercerita. Sehingga tidak membutuhkan tempat lain untuk bercerita. Lebih mengutamakan keluarga inti.


2. Di mana seorang ibu bisa mencari bantuan jika support system kurang mendukung?

*Bantuan yang bersifat sosial atau profesional. Jaringan pertemanan yg kondusif. Memiliki sahabat sebagai self help group. Ini pentingnya memiliki komunitas yang sehat. Yang fokus pada solusi bukan keburukan  atau sekedar ghibah.


3. Dimana seorang ibu bisa menjadi versi terbaiknya?

*Kalau ada luka batin di masa lalu, dibersihkan dulu. Diobati dulu. terus memperbaiki diri dulu. Ibu harus bahagia dulu. Bahagia itu bisa subjektif atau objektif. Ibu yang bisa mencintai tanpa sarat. tanpa membandingkan dengan orang lain. Jika harus membandingkan maka bandingkan diri sendiri dengan diri sendiri. Belajar terus, anak itu titipan, lebih berhati-hati. Semua akan dimintai pertanggungjawabannya. Saat diberikan anak dulu dalam kondisi fitrah yang baik, maka saat kembali harus dalam kondisi baik pula.


WHEN

1. Kapan waktu yang tepat untuk memulai interaksi dengan anak?

*Sejak dalam kandungan. pola komunikasi terbentuk. Ayah dan ibu sudah bisa mengajak anak berkomunikasi. Ajak baca Al qur'an, sapa sebelum pergi kerja, dst.


2. Pada umur berapakah anak mulai terpengaruh luka pengasuhan?

*Ketika sudah bisa merasakan, emosinya sudah bisa dirasakan. Daya ingat mulai berjalan. Sekitar usia 2-3 tahun setiap anak tumbuh kembangnya berbeda, karakter anak juga berbeda. Orangtua harus pandai membaca karakter anak.


3.Kapan seorang ibu dikatakan sedang dalam fase yg tdk ideal utk berinteraksi yg sehat dgn anak?

*Ketika tidak bisa mengontrol emosinya. Tidak suka di dekati orang. Dan cara mensiasatinya dengan mengetahui kapan butuh me time. Dan tahu cara mengatasi emosi yang terjadi. pentingnya mengenali diri sendiri. Jangan lupa libatkan suami untuk menjadi support system di kala sudah terasa butuh bantuan.


WHO

1. Siapa yang seharusnya dituju anak pertama kali jika mengalami masalah?

*Bisa ayah bisa ibu, tergantung anak merasa nyaman dengan siapa. Yang penting tidak menuju di luar keluarga. Karena pengaruh luar bisa membuat anak tidak mendapatkan jawaban yang benar. Apalagi sampai bertanya pada temannya yang masih sama-sama kurang ilmu.


2. Siapa yang bisa dijadikan role model ibu ketika pola parenting sebelumnya menimbulkan jarak antara ibu dan anak?

*Bisa belajar dari siapapun, punya referensi yang baik. Misal dari tokoh-tokoh yang bisa menjadi idola seperti Rasulullah dan sahabat. Pemimpin islam di masa lalu. Kisah lukmanul hakim di Al Qur'an dengan anaknya. Banyak referensi yang bisa dijadikan role model.


3. Siapa yg paling terdampak dalam hubungan anak dan orang tua yg tdk sehat? Apakah benar anak yg selalu jadi korban utama?

*Semua bisa jadi korban, tapi karena posisi anak lebih rentan masih membutuhkan orangtuanya maka kebanyakan anaklah yang menjadi korban. Orangtua yang memiliki hubungan tidak sehat, bisa menghindar, bisa pergi, bisa bertemu temannya, bisa melakukan hal lain. Tapi anak-anak masih sangat tergantung dengan orangtuanya dan sangat butuh orangtuanya.


WHY

1. Mengapa masih ada orang dewasa yang mengalami tantrum?

* Sumbatan emosi yang belum dibersihkan sejak dulu. Banyak pergolakan di dalam. Belum mengenal dirinya sendiri dengan baik.


2. Mengapa banyak yg baru tahu kalau punya luka pengasuhan setelah punya anak? padahal ketika menikah dan belum punya anak seperti aman-aman saja.

* Karena tidak pernah memikirkan dari awal. Sebaiknya fokus dari sebelum memulai hubungan. Cari tahu, apakah antara calon suami dan calon istri ini harus ada yang dibereskan sebelum memulai suatu hubungan.
Konflik dewasa sebelum punya anak sebatas bertengkar karena sedikit perbedaan, kalau sudah punya anak masih harus memberi pengertian ke anaknya tentang apa yang sedang terjadi. 


3. Mengapa ketika kondisi ibu sedang tidak stabil, anak2 malah semakin ingin menempel dgn ibunya?

*Anak ingin mencari rasa aman, ketika ibu tidak stabil memancarkan energi di seluruh rumah.  Anak bisa merasakan apa yang ibu rasakan. Apalagi sudah 9 bulan terhubung dalam kandungan. 


Turunan WHY💕

Mengapa perlu gerakan pemutus benang merah luka pengasuhan?

Agar kelak semakin sedikit orang dewasa yang merasa trauma akibat pengasuhan di masa lalunya.

Mengapa harus meminimalisir luka pengasuhan agar sedikit yang merasa trauma?

Karena semakin sedikit orang dewasa yang mengalami luka pengasuhan, maka semakin besar tingkat keberhasilan kebahagiaan di dalam keluarga.

Mengapa perlu mendukung keberhasilan kebahagiaan di dalam rumah?

Karena dengan terciptanya kebahagiaan di dalam rumah, semakin produktif dan kreatif masyarakat Indonesia. Semakin solutif dalam menghadapi banyaknya persoalan baru yang muncul.


HOW

1. Bagaimana cara mencegah generasi dewasa yang tantrum dan tidak mengenal dirinya sendiri termasuk emosi, rasa, dan sikap yang di lakukan?

*Dibantu lewat konseling dan terapi. Dia harus mengetahui tujuan hidupnya. ccm.. Consulting, counselig, mediation.
Banyak metode untuk menemukan jati diri. Agar kesadaran diri yang meningkat. Karena jika sudah dewasa belum bisa mengenali dirinya sendiri, artinya ini butuh bantuan. 


2. Bagaimana cara memperbaiki ikatan yang terlanjur renggang antara ibu dan anak?

*Agen perubahan, untuk resolusi konflik. Menjadi penengah atau support system. Yang mana, penengah ini adalah orang yang dipercaya oleh ibu dan anak. Yang bisa menghubungkan maksud dan tujuan ibu maupun anak. Anak harus mendengarkan penjelasan ibu, begitupun sebaliknya. Agar tercipta Clear and Clarify.


3. Bagaimana jika kita tidak tahu siapa yang mempengaruhi cara parenting kita/penyebab gaya pengasuhan yg tdk baik?

* Diberikan feedback, harus ada yang memberikan feedback. Dengan catatan menjadi orang yang terbuka. Tapi jika tidak terbuka, ya tidak bisa. Untuk menemukan dari siapa, butuh keterbukaan. Cerita yang terbuka pada orang yang terpercaya, bukan sekedar dipercaya namun juga bisa memberikan feedback.

--------------wait yaa.. Annur ijin istirahat dulu. udah jam 23.31 niiih,, bentar lagi ganti tanggal 29 daaah.. gak kerasa banget yaak :D


Wwkwkwk lanjut.. ini nulis tanggal 19 Agustus 2023 pukul 15.07WIB. 

Baru nyadar, saking ngantuknya.. nulis semalam kok tanggal 29 hahahaha.. telat dioong jurnal 3 ini kalau ditulis tanggal 29. hahaha

Dan baru nyadar juga dokumentasi foto bersama di akhir sesi brainstorming tuuuh gak kesimpan. huhuhu

Karena yaa.. Hari ini sangat sangat ajaaaiiib... Pagi-pagi seperti biasa, menyiapkan keperluan anak sekolah. Lanjut menemani anak pertama sekolah online. Secara ini anak memang ambil jarak jauh sekolahnya. Lanjut deh lipat-lipat baju kering, nyicil bikin slide. Lalu sore hari sampe maghrib ke kecamatan sebelah buat beli something. Lalu balik ke rumah lanjut buat bikin slide lagi sambil nyiapin zoomeet. Eh, sambil lanjutin baca tulisan ibu Septi Peni dan mba Hamidah yang di jadikan tantangan untuk diulas di hari ke 3 Questival. Lalu, mikir antar satu dengan lainnya apakah saling berhubungan.

Setelah itu lanjut zooom dengan drama yang sudah dituliskan di atas :D

Dan berakhir lumayan malam, lanjut bikin desain untuk tantangan day 3 dan posting di FB.

Daaaaan.. barulah nyicil jurnal sampe malam mau ganti hari ... hahahaha

Hepppyyyyyyy sekaliii ya sayaaaa... Tidor ditemani suami, Bangun sebelum subuh lanjut ngobrol sama suami sebelum adzan subuh berkumandang.

Lanjut ya gess..

Dari diskusi denngan tim. Kami menemukan strategi untuk memulai aksi. Dan ini membutuhkan komitmen serta konsistensi. Karena gak mudah untuk menjalankannya sendiri, kami membutuhkan teman untuk sama-sama berproses. Meenjadi ibu yang memutus mata rantai innerchild. Memutus mata rantai keyatim piatuan anak-anak yang memiliki orangtua. Menghidupkan rumah menjadi tempat paling nyaman untuk anak-anak.

Dan itu semua dimulai dari kita, dari ibu-ibu yang memiliki semangat untuk berbenah. KITA HARUS BERUBAH ATAU KITA AKAN KALAH!!!! *Duh jebol keyboard nih saking smangatnya ngetik jedak jeduk..wkwkkw

Bukan jadi wonderwomen yaa.. cukup jadi diri kita sendiri. Dengan tekad kuat memperbaiki generasi.

hayoo yang mana?

Untuk SDGs kami masuk ke nomor 3 & 4 yaitu Kehidupan Sehat Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas  dimana ibu harus sudah selesai dengan dirinya, atau berkomitmen untuk berbenah dan terus belajar. Dan mendidik anak-anak dengan full power. Dengan kesadaran untuk menerima dan memberikan kasih sayang tanpa syarat.

Tanpa imbalan dan tentu saja akan melakukan yang terbaik sesuai kemampuan. Disini kami akan bergerak untuk mewujudkan Indonesia yang dipenuhi anak-anak bahagia. Anak-anak berkarakter. Anak-anak berbakat dan juga memiliki empati dan peduli.

Tak hanya sekedar memiliki bakat, namun anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi dewasa yang paham tentang dirinya sendiri, kenal degan dirinya sendiri, memiliki kendali penuh dan kesadaran dalam bertindak, berperilaku dan berkata.

InsyaaAllah, dengan gerak bersama akan terasa menjadi mudah dan tak terasa lelah. Saling support satu sama lain. Saling peduli dan menjadikan masing-masing rumah menjadi tempat anak-anak kembali.

Our team


untuk Slide diskusi annur buat disini https://www.canva.com/design/DAFrstWOYNE/PZy8R0R_tVgJ9tFac26a6Q/edit?utm_content=DAFrstWOYNE&utm_campaign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton

Aiiiihh.. kubayangkan dulu ya bagaimana jika ini terealisasi.

Hmmm.. kita akan memiliki anak-anak yang tumbuh bahagia, saling peduli satu sama lain. Anak laki-laki tau perannya dan anak perempuan paham tempatnya. Saling mendukung menjadi sebuah generasi baru. Kelak mereka menjadi dewasa dan melahirkan generasi-generasi pemimpin dunia.

Dengan akhlak yang baik, dengan perilaku yang bermartabat, dengan jiwa yang bahagia tanpa luka pengasuhan di masa lalunya. Alhamdulillah.. perjuangan kita tertunaikan sudah.

Kelak saat Allah bertanya tentang amanah yang telah Dia titipkan pada kita para ibu, kita dapat menjawab dengan jawaban sebaik-baiknya.

***

Ya, dimulai dari kita dulu sebagai ibu. Dimulai dari rumah kita masing-masing.

Ibu Rumah Anak, tempat kembali teraman dan ternyaman kapanpun anak mau.

-Pintu Rumah selalu terbuka untukmu anakku, apapun kondisi hatimu ceritakan padaku. Terimakasih telah menerimaku sebagai ibumu-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menyukai sebuah mata pelajaran, karena emang suka atau karena gurunya?

 Hai.. Tulisan kedua untuk KLIP day 2 di bulan Maret ini, aku mau menceritakan sebuah ceritaku di masa lalu yang sangat berkesan untukku bah...