Merdeka!
Setelah drama sinyal karena mendadak daftar questival kemerdekaan. Akhirnya bisa juga ikut memeriahkan semarak kemerdekaan di kampus Ibu Pembaharu.
Kejutannya, setiap hari dalam 3 hari pada tanggal 16-18 Agustus 2023 pukul 07.00 wib akan ada tantangan yang menyapa di bit.ly/bunda-salihah
Dan batas pengumpulan challenge adalah 06.59 wib keesokan harinya.
Ini menyenangkan sekaliii . . Karena sebagai emak yang mendampingi anak-anak pada jam aktif mereka, gak bisa berkutik untuk tidak memegang gadget selama mereka masih aktif untuk bereksplorasi, bereksperimen dan berekspresi.
Prinsip Annur sebagai ibu mereka, sebisa mungkin mendampingi kegiatan mereka. Gak mau ke distracted oleh apapun.
Nah, saat anak-anak sudah bobok cantik. Barulah saatnya Annur me time. Membuat beberapa desain yang bisa Annur kerjakan tanpa distraksi.
DAY 1
Karena ini kayak tahu bulat di goreng dadakan. Annur baru bisa ngerjain di sore hari, saat nungguin anak-anak selesai bersih-bersih diri.
Alhamdulillah bisa bikin twibbon. Meskipun ga bisa mengumpulkan foto tim. Karena masing-masing masih beraktivitas produktif di dunia nyata.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02sqfATZhx3yR51PRUc9jPnLi8tTifVTj1o6QB41QyzmU8wHebrveqpN1NSUTdYYfNl&id=100000532301549&mibextid=Nif5oz
Untuk filter video, Annur tidak post di media sosial karena anggota tim belum berkenan di publikasikan.
So, apa makna merdeka bagi Ibu Rumah Anak?
Bagi kami, Merdeka dimulai dari dalam rumah. Ibu dan anak yang merdeka adalah yang sehat mental maupun fisiknya. Menciptakan kebahagiaan dengan versi terbaiknya. Bebas berkreasi, berekspresi, bereksperimen, bereksplorasi. Bebas menyampaikan pendapat dengan percaya diri tanpa merasa tertekan atau dihakimi. Bebas bercerita apapun yang sedang di rasakan tanpa takut tidak diterima. Karena ibu adalah rumah bagi anak-anaknya. Ibu yang sehat jiwa raga penuh bahagia, siap membangun generasi tanpa meninggalkan luka.
DAY 2
Membuat video tentang pahlawan perempuan Indonesia. Annur memilih Roehana Koeddoes sebagai pahlawan perempuan. Beliau memperjuangkan pendidikan perempuan dengan membuat sekolah khusus perempuan. Beliau juga hidup di jaman RA Kartini. Beliau adalah jurnalistik perempuan pertama di Minangkabau yang membangun surat kabar pertama khusus perempuan di Indonesia.
Beliau memperjuangkan hak perempuan melalui tulisan-tulisannya.
Semoga Allah memberkahi beliau.
Video Annur buat di malam hari, setelah anak-anak tertidur. Karena sejak pagi sampai siang anak-anak mengikuti upacara di lapangan dekat rumah dan Annur juga menemani. Sementara sore hari anak-anak masih minta di temani. Sampai malam hari baru bisa pegang gadget. Tapi tidak bisa voice over. Padahal rencana awalnya Annur mau voice over. Qodarullah suara menghilang. . Serak serak bergembira. Eh sorak sorak itu mah yaaa..wkwkkw
Udah PD banget bikin caption panjang panjaaang.. ternyata ga bisa di edit. Karena reels tuh caption-nya ga terlihat di beranda tapi di dalam reelsnya. Jadi harus di klik dan scroll sambil muter reels itu. Hahaha
Annur lupaaa.. saking lama ga ngurus permedsosan.
Baeklaaah... Alhamdulillah done day 2. Bisa bobok manis sebelum jam Cinderella.
DAY 3
Kejutaaaaan.. day 3 penuh teka teki menantang. Wkwkwk
Annur kebingungan cari tulisan tentang bunda Salihah dan semangat inklusivitas di laman medsos mba Hamidah. Rupa-rupanya memang belum di post. Dan ternyata, menunggu antrian tayang di IG Institut Ibu Profesional.
Berikut link yang bisa teman-teman kunjungi terkait dua tulisan yang menjadi teka-teki di pagi hari.
Boleh loh kita berbagi insight, siapa tau insight kita bisa saling berkolaborasi.hehe
Berikut insight yang Annur dapatkan
Annur post di Facebook, tentu saja malam hari. Setelah zoom dengan teman satu tim. Wkwkwk
Annur mau cerita kehebohan di hari Jum'at. Tapi di Jurnal sebelah aja yaa.. nanti kalau udah jadi insyaaAllah tak geret di mari link nya.
Wkwkkw. Atau cari sendiri deh di laman blog Annur ini.
Daaaan.. ga sampai disitu. Tiba-tiba ada kejutan dari Bu dekan bahwa pagi harinya setelah tenggat waktu tantangan ke tiga berakhir di jam 7 pagi. Akan ada tamu istimewa. Waaa.. dokter Davrina.. keknya pernah ketemu di Jogja. Lha iyaa.. wong Sleman kok jebul e..wkwkkw
Oke.. pasang alarm biar bisa nonton. Gak mau ketinggalan yaa..wkwkk
***
Pagi hari sudah bersiap untuk membuat Jurnal ini.
Sambil ngetik sambil nunggu waktu live dimulai.
Eh telat dikit karena asik ngetik. Hehe
Maklum ya.. Annur kalau ngetik tuh lemot. Karena di layar hp pecah pecah ini biar ga menyakiti jari. Hahaha
Jadi nonton live melalui PC aja biar jelaaass.. dan tetep sambil nyicil ngetik jurnal QUESTIVAL KEMERDEKAAN BUNDA SALIHAH BATCH 2.
 |
| Annur sempat mengajukan pertanyaan juga. |
 |
| Meminyaaak penuh pesona.. eeeh.. |
dr. Davrina Rianda sharing tentang pengalaman beliau memulai gerakannya, kendalanya serta cara beliau menaklukan tantangan yang ada. Juga dikasih tips yang beliau lakukan agar gerakan menjadi gerakan global. Bismillah ya, semoga bisa menerapkan juga.
***
Alhamdulillah berakhir Questival Kemerdekaan dengan penuh suka cita bahagia semuanyaa....
Merdeka!!!🇮🇩
❤️🤍
Annur with love from Kulonprogo yang syahdu penuh semilir angin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar